Anindya Bakrie Targetkan TKDN Bus dan Truk Listrik VKTR Capai 80% pada 2028

123Berita – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026Anindya Bakrie, Ketua PT Visi Karya Teknologi Rekayasa (VKTR), menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produksi bus dan truk listrik. Target ambisiusnya, yakni mencapai 80 persen TKDN pada tahun 2028, menjadi bagian integral dari strategi Bakrie Group dalam mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi.

VKTR, anak perusahaan yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik, telah menorehkan sejumlah capaian signifikan sejak didirikan. Pada tahun 2024, perusahaan berhasil meluncurkan lini produksi bus listrik berkapasitas menengah yang telah beroperasi di beberapa kota besar Indonesia. Keberhasilan tersebut didukung oleh kolaborasi intensif dengan pemasok lokal, baik dalam penyediaan baterai, motor listrik, maupun komponen elektronik lainnya.

Bacaan Lainnya

Target 80 persen TKDN pada 2028 diharapkan tercapai melalui tiga pilar utama: pengembangan rantai pasok domestik, peningkatan kapasitas manufaktur lokal, dan inovasi teknologi yang dapat dipatenkan di dalam negeri. VKTR kini tengah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan beberapa perusahaan nasional, termasuk produsen baterai PT Selaras Energi dan produsen motor listrik PT Listrik Nusantara.

Berikut langkah konkret yang direncanakan VKTR untuk mewujudkan target tersebut:

  • Peningkatan kemitraan dengan pemasok lokal: Memperluas jaringan vendor yang memenuhi standar kualitas internasional.
  • Investasi fasilitas produksi: Membuka pabrik perakitan baru di Jawa Barat dengan kapasitas 5.000 unit per tahun.
  • Program riset dan pengembangan (R&D): Membentuk pusat inovasi di Bandung untuk mengembangkan teknologi baterai solid-state.

Selain itu, VKTR juga berencana mengoptimalkan proses perakitan dengan mengadopsi teknologi otomasi berbasis robotik. Penggunaan robot dalam lini produksi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan konsistensi kualitas komponen yang dihasilkan. Langkah ini diperkirakan dapat menurunkan waktu produksi satu unit bus listrik dari 45 hari menjadi 30 hari.

Penguatan TKDN diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian, peningkatan TKDN pada sektor otomotif dapat menambah nilai tambah sebesar Rp 15 triliun dalam lima tahun ke depan. Selain itu, pencapaian target VKTR akan berkontribusi pada pencapaian target energi bersih Indonesia, yang menargetkan 23 persen penggunaan energi terbarukan pada 2025.

Para analis industri menilai bahwa langkah VKTR selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong produksi kendaraan listrik dalam negeri. “Regulasi insentif fiskal dan pembebasan bea masuk untuk komponen lokal menjadi sinyal kuat bagi investor,” kata Budi Santoso, analis senior di PT Riset Industri Otomotif. “Jika VKTR berhasil mencapai TKDN 80 persen, mereka akan menjadi contoh bagi pemain lain di pasar otomotif Indonesia.”

Namun, tantangan tetap ada. Ketersediaan bahan baku kritis seperti litium dan nikel masih sangat tergantung pada impor, meskipun ada upaya pengembangan tambang dalam negeri. Selain itu, standar kualitas komponen lokal harus terus dipantau agar tidak mengorbankan performa kendaraan listrik yang diharapkan konsumen.

Untuk mengatasi kendala tersebut, VKTR berencana membangun kemitraan strategis dengan perusahaan tambang dalam negeri, serta menginisiasi program pelatihan teknis bagi pemasok lokal. Program tersebut mencakup sertifikasi kualitas, audit produksi, dan transfer pengetahuan teknologi dari tim R&D VKTR ke mitra bisnis.

Dalam jangka menengah, Anindya Bakrie menargetkan produksi tahunan sebesar 10.000 unit bus dan truk listrik pada 2028, dengan mayoritas penjualan diarahkan ke pasar domestik, termasuk transportasi umum, layanan logistik, dan armada perusahaan swasta. Dengan TKDN 80 persen, harga jual kendaraan diharapkan dapat bersaing lebih kompetitif dibandingkan produk impor.

Secara keseluruhan, ambisi VKTR untuk meningkatkan TKDN menjadi 80 persen pada 2028 mencerminkan komitmen kuat terhadap industrialisasi nasional dan keberlanjutan lingkungan. Jika berhasil, langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Bakrie Group dalam industri otomotif listrik, tetapi juga mempercepat realisasi visi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Pos terkait