123Berita – 06 April 2026 | Jakarta Pusat – Pada Kamis, 2 April 2026, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menjadi sorotan publik setelah proses persidangan yang melibatkan nama-nama selebriti ternama. Dalam sidang tersebut, Ammar Zoni, seorang aktor yang tengah menjalani proses hukum, tidak lepas dari sorotan ketika ia menyinggung mantan istrinya, Irish Bella, di depan majelis hakim. Pernyataan Ammar memicu reaksi tajam dari rekan sesama aktor, Haldy Sabri, yang sekaligus memberikan peringatan kepada publik untuk tidak berlebihan dalam membela pihak yang terlibat.
Sidang yang digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini merupakan kelanjutan dari perkara yang telah lama mengemuka di media. Ammar Zoni, yang sebelumnya dikenal melalui peran-perannya dalam sinetron populer, kini harus menjawab sejumlah pertanyaan terkait dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan dirinya. Pada kesempatan itu, Ammar mengungkapkan rasa kecewa atas apa yang ia sebut sebagai tindakan Irish Bella yang dianggapnya memperkeruh proses hukum.
“Saya merasa sangat terbebani karena nama saya terus diputar‑putar oleh media dan publik. Sementara itu, mantan istri saya, Irish Bella, malah menambah beban dengan pernyataan‑pernyataan yang tidak membantu penyelesaian kasus ini,” ujar Ammar Zoni dengan nada serius. Ia menegaskan bahwa komentar Irish Bella selama proses hukum tidak memberikan kontribusi positif, melainkan justru menambah tekanan emosional bagi dirinya.
Pernyataan Ammar ini langsung mendapat tanggapan dari Haldy Sabri, aktor senior yang dikenal dengan sikapnya yang lugas dan kritis. Haldy menyampaikan pendapatnya melalui media sosial, menekankan bahwa publik sebaiknya tidak terjebak dalam pola pembelaan yang berlebihan atau membawa-bawa istri orang lain dalam perdebatan.
“Saya mengerti bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, namun saya mohon kepada para netizen untuk tidak mengangkat isu-isu pribadi yang tidak relevan dengan inti permasalahan hukum,” ujar Haldy Sabri. “Jangan sampai kita menjadikan kasus ini ajang untuk memojokkan atau menjelekkan orang lain hanya demi kepuasan pribadi atau sensasi semata. Fokuskan energi pada fakta dan proses hukum yang sedang berlangsung,” tambahnya.
Reaksi Haldy Sabri mendapat dukungan dari sejumlah netizen yang menilai bahwa perdebatan seharusnya tetap berada pada ranah hukum, bukan menjadi ajang gosip atau pertarungan pribadi. Beberapa komentar menyoroti pentingnya menjaga etika berkomentar di ruang publik, terutama ketika menyangkut urusan pribadi selebriti yang sedang berada di proses pengadilan.
Sementara itu, pihak manajemen Irish Bella belum memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan yang dianggap Ammar sebagai provokasi. Namun, dalam beberapa wawancara sebelumnya, Irish Bella memang pernah menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang menimpa mantan suaminya, meskipun tidak secara langsung menyinggung proses persidangan.
Para pengamat hukum menilai bahwa komentar publik dari kedua belah pihak, terutama yang melibatkan nama pribadi, dapat memengaruhi persepsi publik terhadap jalannya proses peradilan. Menurut seorang pengacara yang tidak disebutkan namanya, “Pernyataan yang dilontarkan di luar ruang sidang sebaiknya dihindari, karena dapat menimbulkan spekulasi yang tidak berdasar serta mengganggu ketenangan proses hukum. Semua pihak diharapkan untuk menahan diri dan membiarkan institusi peradilan menjalankan tugasnya secara independen,” ujarnya.
Kasus yang melibatkan Ammar Zoni dan Irish Bella kini menjadi topik hangat tidak hanya di kalangan penggemar sinetron, tetapi juga di antara para aktivis hak asasi manusia yang menyoroti pentingnya privasi dan perlindungan hukum bagi publik figur. Mereka menekankan bahwa meskipun selebriti berada di bawah sorotan publik, hak mereka atas proses hukum yang adil tetap harus dijaga.
Sidang pada hari Kamis tersebut berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi tambahan dan pengajuan bukti-bukti baru oleh kedua belah pihak. Hakim yang memimpin persidangan menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan tanpa intervensi eksternal, dan bahwa semua pihak harus mematuhi prosedur yang berlaku.
Terlepas dari dinamika yang terjadi, kasus ini tetap menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya menghormati proses peradilan serta menghindari penyebaran rumor yang dapat memperkeruh situasi. Seperti yang diingatkan oleh Haldy Sabri, “Jangan sampai pembelaan kita berubah menjadi serangan pribadi yang tidak memiliki dasar hukum. Kita semua berhak mendapatkan keadilan yang objektif,” tutupnya.
Dengan berjalannya sidang yang masih berlanjut, publik diharapkan dapat menunggu hasil akhir yang resmi tanpa terpengaruh oleh opini pribadi atau spekulasi media. Semua pihak, baik yang terlibat langsung maupun yang berada di luar lingkup persidangan, diharapkan dapat menjaga etika berkomentar dan menghormati prosedur hukum yang berlaku demi tercapainya keadilan yang sejati.





