123Berita – 10 April 2026 | Amazon telah mengumumkan penghentian layanan untuk sejumlah model Kindle dan Kindle Fire yang sudah berusia beberapa tahun. Keputusan ini memicu protes keras dari komunitas pembaca digital yang mengandalkan perangkat tersebut untuk mengakses ribuan judul e-book. Penghentian dukungan meliputi tidak lagi menerima pembaruan sistem operasi, perbaikan keamanan, serta akses ke toko buku Amazon melalui Wi‑Fi atau jaringan seluler.
Pengumuman resmi datang lewat blog resmi Amazon, yang menyebutkan bahwa perangkat yang diproduksi sebelum tahun 2015 tidak lagi akan mendapatkan pembaruan. Amazon menegaskan langkah ini diambil untuk memfokuskan sumber daya pada perangkat yang lebih baru, yang dianggap lebih sesuai dengan standar keamanan dan performa modern. Namun, bagi para pengguna setia yang masih mengandalkan Kindle Paperwhite generasi pertama, Kindle Keyboard, atau Kindle Fire versi lama, berita ini terasa seperti serangan langsung.
Reaksi pertama muncul di media internasional, termasuk The Guardian, BBC, The Independent, ZDNET, dan The Verge. Artikel-artikel tersebut menyoroti rasa kecewa dan kekhawatiran pengguna, yang menganggap perangkat mereka kini menjadi “buruk” atau “tidak berguna”. Beberapa pengguna bahkan mengklaim bahwa keputusan ini mengancam investasi mereka dalam koleksi e-book yang telah dibeli secara legal.
Berikut adalah model-model Kindle yang terdampak:
- Kindle (generasi ke‑1 hingga ke‑4)
- Kindle Keyboard (generasi ke‑3)
- Kindle Paperwhite (generasi pertama)
- Kindle Touch
- Kindle Fire (semua versi sebelum 2015)
- Kindle Fire HD (generasi pertama dan kedua)
Selain penghentian pembaruan, Amazon juga menonaktifkan kemampuan sinkronisasi cloud bagi perangkat ini. Artinya, buku yang dibeli atau disimpan di akun Amazon tidak dapat lagi diunduh ke Kindle lama melalui jaringan Wi‑Fi. Pengguna yang belum mengunduh semua buku mereka harus melakukannya sesegera mungkin, karena setelah batas waktu yang ditentukan, akses akan menjadi tidak tersedia.
Banyak penggemar Kindle menanggapi situasi ini dengan berbagai cara. Beberapa memutuskan untuk meng-upgrade ke model terbaru, meskipun harganya cukup tinggi. Lainnya mencari solusi alternatif, seperti melakukan “jailbreak” pada perangkat untuk menginstal aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan akses ke file e-book dalam format MOBI atau EPUB. ZDNET bahkan menyiapkan panduan langkah demi langkah untuk melakukan jailbreak, meskipun metode ini melanggar kebijakan penggunaan Amazon dan berpotensi menimbulkan risiko keamanan.
Komunitas pengguna di forum-forum seperti Reddit dan grup Facebook menggelar aksi protes digital dengan menandai #SaveOurKindles di media sosial. Mereka menuntut Amazon untuk mempertimbangkan perpanjangan dukungan atau setidaknya memberikan opsi migrasi data yang lebih mudah. Sejumlah petisi online telah mengumpulkan ribuan tanda tangan, meminta perusahaan teknologi terbesar di dunia ini meninjau kembali kebijakan penghentian layanan pada perangkat lama.
Sisi lain, analis industri menilai keputusan Amazon sebagai langkah logis dalam era perangkat IoT dan layanan cloud. Menurut mereka, mempertahankan infrastruktur untuk perangkat berusia lebih dari satu dekade menambah beban biaya dan menurunkan efisiensi keamanan. Dengan memusatkan upaya pada perangkat baru, Amazon dapat memperkenalkan fitur-fitur seperti pencarian suara, pencahayaan adaptif, dan integrasi AI yang tidak dapat diimplementasikan pada hardware lama.
Meskipun demikian, kritik tetap kuat. Pengguna mengingat bahwa banyak Kindle lama masih berfungsi dengan baik dan memiliki baterai yang tahan lama. Mereka menilai bahwa Amazon seharusnya menyediakan opsi pembaruan perangkat lunak minimal, atau setidaknya memberikan kompensasi bagi pelanggan yang membeli e-book yang kini tidak dapat diakses.
Dalam konteks yang lebih luas, keputusan ini menambah daftar contoh perusahaan teknologi yang menghentikan dukungan perangkat lama, termasuk Microsoft dengan Windows 7, serta Google dengan Android versi tertentu. Praktik serupa memunculkan perdebatan mengenai hak konsumen, keberlanjutan elektronik, dan dampak lingkungan dari peningkatan sampah elektronik.
Kesimpulannya, penghentian dukungan Amazon untuk Kindle lama menimbulkan kegelisahan di kalangan pembaca digital dan memicu perdebatan tentang tanggung jawab produsen terhadap produk yang sudah dibeli konsumen. Sementara perusahaan berargumen bahwa langkah ini diperlukan untuk fokus pada inovasi, pengguna menuntut solusi yang lebih adil, baik berupa pembaruan terbatas atau alternatif migrasi data. Ke depan, dinamika antara kebutuhan inovasi teknologi dan hak pengguna akan menjadi sorotan utama dalam industri perangkat e‑book.



