Alwi Farhan Tersingkir di BAC 2026: Dari Unggulan di Game Pertama hingga Kalah Telak dari Kodai Naraoka

123Berita – 09 April 2026 | Alwi Farhan, pemain bulu tangkis muda Indonesia, harus mengakhiri perjuangannya pada fase 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah menyerah pada lawan asal Jepang, Kodai Naraoka. Pertandingan yang berlangsung pada Senin (8 April) di Kuala Lumpur itu sempat memberi harapan bagi pendukung Alwi ketika ia mengantongi kemenangan di game pertama.

Di game pertama, Alwi tampil agresif dengan serangan smash yang tajam dan kontrol net yang solid, sehingga berhasil menutup skor 21‑14. Namun, momentum itu tidak berlanjut. Pada game kedua, Naraoka menunjukkan adaptasi taktis yang cepat, memaksa Alwi berulang kali melakukan kesalahan di bagian belakang lapangan. Hasilnya, Naraoka merebut game kedua dengan skor 21‑13.

Bacaan Lainnya

Keputusan akhir pertandingan berada di game ketiga yang berlangsung sangat ketat. Kedua pemain saling bertukar poin hingga angka 18‑18, namun Naraoka berhasil menekan dan mengamankan poin-poin terakhir untuk menutup pertandingan 21‑18. Dengan demikian, Alwi Farhan resmi tersingkir dari turnamen.

  • Game 1: Alwi Farhan 21‑14 Kodai Naraoka
  • Game 2: Kodai Naraoka 21‑13 Alwi Farhan
  • Game 3: Kodai Naraoka 21‑18 Alwi Farhan

Setelah pertandingan, Alwi mengaku kecewa namun tetap optimis. “Saya sudah memberi segalanya, terutama di game pertama. Sayangnya saya belum mampu mengendalikan tempo di game selanjutnya. Saya akan belajar dari kekalahan ini dan kembali lebih kuat,” ujar Alwi dalam konferensi pers singkat.

Pelatih tim nasional Indonesia, Coach Rian, menambahkan bahwa penampilan Alwi tetap patut diapresiasi. “Alwi sudah menunjukkan kualitasnya dengan mengungguli Naraoka di game pertama. Namun, konsistensi pada game kedua dan ketiga masih perlu ditingkatkan. Kami akan meninjau taktik dan persiapan mentalnya menjelang turnamen berikutnya,” jelas Rian.

Kodai Naraoka, yang kini berada di peringkat 12 dunia, mencatat kemenangan penting ini sebagai langkah maju dalam agenda kompetisi internasionalnya. “Saya menghormati Alwi, dia pemain yang sangat berbahaya. Saya menyesuaikan strategi setelah game pertama dan berhasil mengendalikan pertandingan,” kata Naraoka.

Kehilangan Alwi di babak 16 besar menambah beban pada skuad Indonesia, yang menargetkan medali emas di ajang Thomas Cup mendatang. Turnamen BAC 2026 sendiri menjadi ajang penting bagi pemain Asia untuk menguji performa menjelang Olimpiade Paris 2024, sehingga hasil ini menjadi sinyal bagi federasi bulu tangkis Indonesia untuk meninjau kembali strategi tim.

Statistik singkat dari pertandingan menunjukkan bahwa Alwi mencatat 12 smash yang masuk, namun juga melakukan 8 error tidak dipaksa. Sementara Naraoka menampilkan 15 smash sukses dan hanya 4 error, mencerminkan efisiensi yang lebih tinggi pada fase kritis.

Ke depan, Alwi Farhan dijadwalkan berpartisipasi dalam turnamen BWF Super 300 berikutnya di Thailand, di mana ia bertekad memperbaiki catatan dan kembali menembus babak akhir. Sementara itu, Naraoka akan melanjutkan agenda kompetisinya di Jepang Open, berharap menambah poin peringkat dunia.

Dengan hasil ini, sorotan kembali tertuju pada pentingnya konsistensi mental dan taktik dalam pertandingan tiga game. Bagi Alwi, pengalaman pahit ini dapat menjadi batu loncatan untuk tumbuh menjadi pemain senior yang lebih tangguh di panggung internasional.

Pos terkait