123Berita – 07 April 2026 | Aldi Taher, aktor dan presenter yang dikenal lewat peran-perannya di layar kaca, kini menjadi sorotan bukan hanya karena kariernya, melainkan karena perjuangannya melawan kanker kelenjar getah bening jenis Hodgkin stadium 2. Setelah berhasil melewati proses pengobatan, sang selebriti memutuskan untuk mengubah gaya hidup secara radikal, terutama dalam hal pola makan, demi menjaga tubuh tetap kuat dan mencegah kemungkinan kambuh.
Diagnosis Hodgkin yang menimpa Aldi datang pada masa yang cukup menantang bagi kariernya. Penyakit ini menyerang sistem limfatik, sehingga menimbulkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, kelelahan ekstrem, dan penurunan berat badan. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi dan perawatan intensif, ia dinyatakan bebas kanker. Namun, kebebasan itu tidak serta-merta membuatnya kembali ke kebiasaan lama. Sebaliknya, ia memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai titik balik untuk memperbaiki pola hidup, terutama asupan makanan.
- Gula dan makanan manis berlebih: Soda, permen, kue, serta minuman bersoda dihindari karena dapat meningkatkan inflamasi dan memicu pertumbuhan sel kanker.
- Makanan olahan dan fast food: Sosis, nugget, makanan kalengan, serta makanan yang mengandung banyak pengawet dianggap berisiko tinggi.
- Lemak jenuh dan trans: Daging merah berlemak, mentega, margarin, serta makanan yang digoreng secara berulang kali dihindari demi menjaga kesehatan jantung dan sistem limfatik.
- Produk susu penuh lemak: Susu, keju, dan krim penuh lemak dibatasi karena kandungan lemaknya yang tinggi dapat mempengaruhi metabolisme.
- Konsumsi alkohol: Aldi memilih untuk tidak mengonsumsi alkohol sama sekali, mengingat efek toksik yang dapat memperberat beban organ tubuh.
Selain mengurangi makanan tersebut, Aldi menekankan pentingnya meningkatkan asupan makanan bergizi tinggi. Sayuran hijau, buah-buahan segar, biji-bijian, serta protein nabati menjadi pilar utama dalam menu hariannya. Ia juga rutin mengonsumsi suplemen yang direkomendasikan oleh dokter dan ahli gizi, seperti vitamin D, omega-3, dan antioksidan alami.
Perubahan pola makan ini tidak berjalan sendiri; Aldi melengkapinya dengan gaya hidup aktif. Ia rutin melakukan olahraga ringan seperti jalan cepat, yoga, dan bersepeda, serta menjaga pola tidur yang cukup. Kombinasi antara diet seimbang, aktivitas fisik, dan pemeriksaan medis rutin menjadi strategi utama yang diyakini dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker.
Para ahli kesehatan menilai langkah Aldi sebagai contoh positif bagi penyintas kanker lainnya. Dr. Rina Suryani, ahli onkologi di rumah sakit ternama, menyebutkan bahwa pola makan antiinflamasi telah terbukti membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca pengobatan. “Konsistensi dalam menghindari makanan pemicu serta mengonsumsi nutrisi yang mendukung sistem imun sangat penting,” ujarnya.
Kesimpulannya, perjalanan Aldi Taher dari penderita kanker Hodgkin hingga menjadi sosok yang sadar akan pentingnya nutrisi menunjukkan bahwa keberhasilan melawan kanker tidak berhenti pada akhir pengobatan. Dengan disiplin dalam memilih makanan, menjaga kebugaran, dan rutin melakukan kontrol medis, ia berharap dapat tetap sehat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang yang sedang berjuang melawan penyakit serupa.





