123Berita – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Rangkaian konser musik hardcore yang dijuluki Tangerang Pride Volume 14, yang semula dijadwalkan pada Sabtu, 4 April 2026 di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, terpaksa dibatalkan setelah cuaca ekstrem melanda lokasi acara. Penyelenggara, Undertaker Familia bersama UTK Records, mengumumkan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial mereka pada Minggu, 5 April 2026.
“Kami memohon maaf kepada semua band, supporter, media partner, dan semua teman‑teman yang sudah datang ke acara Tangerang Pride Volume 14 karena acara harus kami batalkan. Semua sudah kami siapkan secara matang, tapi alam berkata lain, terjadi hujan lebat dan angin kencang menyebabkan lahan parkir longsor dan dua mobil terjun bebas,” demikian isi pernyataan penyelenggara yang kemudian dipublikasikan pada akun Instagram resmi mereka.
Keputusan pembatalan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keselamatan, tetapi juga oleh kerugian materiil yang cukup signifikan. Pihak Undertaker Familia mengungkapkan bahwa peralatan panggung, sound system, serta perlengkapan lainnya sudah siap dan dikerahkan pada hari H, namun harus ditarik kembali setelah kondisi cuaca memburuk. Selain itu, kerusakan pada area parkir menambah beban biaya pemulihan.
Dalam pernyataannya, penyelenggara menekankan bahwa proses pemulihan dan penyelidikan terhadap penyebab longsor sedang berjalan. “Kami harus menanggung kerugian dan kerusakan yang lumayan banyak, kami butuh waktu untuk memproses ini semua dan kami mohon doa agar semuanya lancar, terima kasih. Dan sekali lagi kami meminta maaf, tetap semangat!” tutup mereka.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi industri hiburan, terutama yang menggelar acara di luar ruangan, bahwa faktor cuaca dan kondisi alam harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan. Tidak sedikit acara musik sebelumnya yang terpaksa dibatalkan atau dipindahkan karena cuaca buruk, namun kasus ini menonjol karena melibatkan bahaya fisik langsung yang menimpa kendaraan pengunjung.
Para penonton yang sempat berada di lokasi pada saat hujan deras melaporkan kondisi panik ketika tanah di sekitar area parkir mulai bergeser. Beberapa saksi mata menyebutkan suara gemeretak tanah yang keras diikuti oleh gerakan tanah yang menurunkan permukaan parkir. Dua mobil yang terperosok dilaporkan milik pengunjung yang sedang menunggu masuk ke area utama konser.
Pihak kepolisian setempat serta tim SAR segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi kendaraan yang terjebak dan memastikan tidak ada korban luka. Beruntung, tidak ada laporan tentang korban jiwa atau cedera serius dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan pada kendaraan menambah beban ekonomi bagi pemiliknya.
Undertaker Familia dan UTK Records menyatakan komitmen untuk memperbaiki kerusakan dan menyiapkan kembali acara serupa di masa depan dengan persiapan yang lebih matang, termasuk pemantauan cuaca yang lebih ketat. Mereka juga berjanji akan meningkatkan standar keamanan, terutama pada area parkir dan jalur evakuasi, guna menghindari kejadian serupa.
Para musisi yang sudah terdaftar untuk tampil, termasuk beberapa band lokal yang cukup dikenal di skena hardcore, menyampaikan rasa kecewa namun tetap mendukung keputusan pembatalan demi keselamatan. “Kita semua mengerti risiko yang ada, dan keselamatan penonton serta kru lebih penting daripada pertunjukan,” ujar salah satu vokalis band yang sempat dijadwalkan tampil.
Acara ini sempat menjadi sorotan utama komunitas musik underground di wilayah Jabodetabek, mengingat Tangerang Pride Volume 14 direncanakan menjadi pertemuan tahunan yang mempertemukan banyak band hardcore, metal, dan punk dari berbagai daerah. Pembatalan mendadak ini memaksa komunitas untuk mencari alternatif lain, termasuk penyelenggaraan acara virtual atau penjadwalan ulang pada musim yang lebih bersahabat.
Secara keseluruhan, insiden ini menegaskan pentingnya perencanaan kontinjensi dalam penyelenggaraan event outdoor, terutama di daerah yang rawan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca dan mengikuti arahan petugas keamanan saat berada di area acara publik.
Dengan harapan proses pemulihan dapat berjalan lancar, pihak penyelenggara mengajak semua pihak untuk tetap mendukung musik hardcore di tanah air, sambil menunggu kesempatan berikutnya untuk menggelar acara yang lebih aman dan terorganisir.





