Prabowo Balas Kritik Kunjungan Luar Negeri: ‘Amankan Minyak, Saya Harus Keliling Dunia’

Prabowo Balas Kritik Kunjungan Luar Negeri: 'Amankan Minyak, Saya Harus Keliling Dunia'
Prabowo Balas Kritik Kunjungan Luar Negeri: 'Amankan Minyak, Saya Harus Keliling Dunia'

123Berita – 08 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Prabowo Subianto menanggapi sorotan publik terkait frekuensi kunjungan luar negeri beliau dengan menegaskan bahwa setiap perjalanan memiliki tujuan strategis demi keamanan energi nasional, khususnya minyak bumi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja pemerintahan yang digelar di Istana Merdeka pada Rabu (8/4/2026).

Sejumlah pengamat politik dan warga net mengkritik Prabowo karena dianggap terlalu sering bepergian ke luar negeri, menyebutnya tidak konsentrasi pada tugas dalam negeri. Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara importir minyak harus mengamankan pasokan secara berkelanjutan. “Jika ingin mengamankan minyak, saya harus ke mana-mana, bertemu rekan-rekan, menegosiasikan kesepakatan, serta memantau kebijakan energi di negara produsen,” ujar Prabowo dengan tegas.

Bacaan Lainnya

Dalam penjelasan lebih lanjut, Prabowo menyoroti fakta bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 70 persen kebutuhan minyaknya. Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada kuartal pertama 2026 impor minyak mentah mencapai 1,2 juta barel per hari. Ketergantungan tersebut menuntut pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber pasokan, memperkuat hubungan diplomatik dengan negara produsen, dan mengamankan kontrak jangka panjang.

Prabowo mengingatkan bahwa kunjungan ke negara-negara produsen utama – seperti Arab Saudi, Rusia, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab – bukan sekadar agenda wisata atau kunjungan resmi semata. “Kami melakukan dialog intensif tentang stabilitas harga, investasi di sektor hilir, serta kerjasama teknologi untuk meningkatkan efisiensi eksplorasi dan produksi,” katanya.

Selain itu, Prabowo menambahkan bahwa Indonesia juga tengah mengembangkan cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) yang akan menjadi penyangga jika terjadi gangguan pasokan. Proyek SPR memerlukan koordinasi dengan pihak-pihak internasional untuk transfer teknologi dan pendanaan. “Kunjungan ke luar negeri mempermudah proses pembicaraan tentang pendirian fasilitas SPR, termasuk pemilihan lokasi, standar keamanan, dan mekanisme distribusi,” jelasnya.

Para pengkritik menilai bahwa frekuensi kunjungan tersebut dapat mengalihkan fokus pada urusan domestik, terutama dalam penanganan inflasi dan harga bahan bakar yang masih menjadi beban rakyat. Namun Prabowo menepis hal tersebut dengan menyatakan bahwa keamanan energi merupakan fondasi utama stabilitas ekonomi nasional. Ia mencontohkan bahwa fluktuasi harga minyak dunia pada awal tahun 2026 mencapai ±15 persen, yang secara langsung memengaruhi harga BBM di dalam negeri.

Dalam rapat kerja, Prabowo juga menegaskan pentingnya sinergi antara kementerian terkait, termasuk Kementerian Energi, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BP2HIB). Ia mengajak semua pihak untuk memperkuat kebijakan strategis, seperti peningkatan cadangan minyak strategis, diversifikasi sumber energi terbarukan, serta pengembangan infrastruktur logistik yang mendukung distribusi bahan bakar.

Para analis menilai bahwa sikap Prabowo yang proaktif dalam diplomasi energi dapat memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas, mengingat anggaran tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

Secara keseluruhan, Prabowo menutup rapat dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi kepentingan nasional dalam bidang energi. Ia menekankan bahwa setiap langkah yang diambil, baik di dalam maupun di luar negeri, diarahkan untuk memastikan pasokan minyak yang cukup, harga yang terjangkau, dan kestabilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pos terkait