Pemkot Ambon Luncurkan Proyek Pasar Batu Merah, Dorong Penataan Pesisir Teluk Ambon Menjadi Waterfront City

Pemkot Ambon Luncurkan Proyek Pasar Batu Merah, Dorong Penataan Pesisir Teluk Ambon Menjadi Waterfront City
Pemkot Ambon Luncurkan Proyek Pasar Batu Merah, Dorong Penataan Pesisir Teluk Ambon Menjadi Waterfront City

123Berita – 09 April 2026 | Pemerintah Kota Ambon kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengoptimalkan potensi wilayah pesisir dengan meluncurkan proyek pembangunan Pasar Batu Merah. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari program penataan pesisir Teluk Ambon yang diarahkan menuju konsep “waterfront city” terintegrasi. Melalui langkah strategis ini, pemerintah kota menargetkan peningkatan nilai ekonomi daerah sekaligus menertibkan kawasan yang selama ini mengalami ketidakteraturan.

Mayoritas wilayah pesisir Teluk Ambon selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Jalanan sempit, fasilitas pasar tradisional yang usang, serta kurangnya infrastruktur publik menghambat pertumbuhan ekonomi lokal. Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Ambon merumuskan rencana jangka menengah yang menekankan pada revitalisasi kawasan pesisir, dengan Pasar Batu Merah sebagai titik fokus utama.

Bacaan Lainnya

Pasar Batu Merah yang direncanakan akan dibangun mengusung desain modern namun tetap mengakomodasi kebutuhan pedagang tradisional. Bangunan akan dilengkapi dengan area penjualan yang luas, ruang pendingin untuk barang perishable, serta fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan. Selain itu, area publik di sekeliling pasar akan dirancang sebagai ruang terbuka hijau, lengkap dengan trotoar lebar, penerangan LED, dan spot rekreasi yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dalam rangka mewujudkan konsep waterfront city, perencanaan tidak hanya terbatas pada pasar saja. Pemerintah kota berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Pengelola Pantai untuk menata ulang alur transportasi, memperbaiki sistem drainase, serta melakukan penanaman mangrove sebagai upaya mitigasi erosi pantai. Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi warga dan pengunjung.

Secara ekonomi, proyek ini diproyeksikan dapat menambah lapangan kerja baik selama fase konstruksi maupun operasional. Data internal Dinas Tenaga Kerja memperkirakan penciptaan sekitar 1.500 pekerjaan langsung, serta ribuan pekerjaan tidak langsung melalui rantai pasok barang dan jasa. Peningkatan aktivitas pasar juga diharapkan dapat merangsang pertumbuhan sektor UMKM, khususnya bagi para pedagang ikan, hasil pertanian, dan kerajinan tangan khas Ambon.

Pengembangan Pasar Batu Merah tidak lepas dari dukungan finansial yang signifikan. Anggaran sebesar Rp 250 miliar telah dialokasikan melalui APBD 2025, dengan tambahan dana hibah dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Pemerintah juga membuka peluang kerjasama publik‑privat (PPP) untuk mengelola fasilitas pasar, sehingga dapat menjamin keberlanjutan operasional dan peningkatan layanan.

Para ahli perencanaan kota menilai bahwa penataan pesisir berbasis waterfront city dapat menjadi katalisator transformasi ekonomi wilayah perkotaan. Menurut Prof. Iwan Setiawan, pakar tata ruang, integrasi antara fungsi komersial, rekreasi, dan konservasi lingkungan akan menghasilkan sinergi yang meningkatkan daya tarik investasi. Ia menambahkan bahwa contoh sukses serupa dapat ditemukan di kota-kota pesisir lain di Indonesia, seperti Makassar dan Surabaya, yang berhasil mengubah kawasan lama menjadi destinasi wisata dan perdagangan yang berkembang.

Implementasi proyek ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Melalui serangkaian forum dialog publik, warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi potensi masalah, serta memberikan masukan desain. Hasilnya, rancangan akhir mencakup ruang pameran produk lokal, area kuliner, serta panggung seni yang dapat menampilkan kebudayaan Ambon secara berkala.

Pengawasan mutu konstruksi akan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pengawas Intern Pemerintah (BPKP), serta konsultan independen. Jadwal pelaksanaan direncanakan selesai dalam 24 bulan, dengan fase pertama meliputi pelebaran lahan, pembangunan fondasi tahan air, dan instalasi jaringan listrik serta air bersih. Fase kedua akan mencakup pembangunan struktur utama pasar, interior, serta fasilitas pendukung seperti parkir dan area hijau.

Setelah selesai, Pasar Batu Merah diproyeksikan menjadi pusat perdagangan maritim yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar regional. Dengan akses mudah ke pelabuhan dan jaringan transportasi darat, pasar ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan barang, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan nilai jual produk-produk unggulan Ambon, seperti ikan tuna, kepiting, serta kerajinan anyaman tradisional.

Keseluruhan strategi penataan pesisir Teluk Ambon melalui pembangunan Pasar Batu Merah mencerminkan visi jangka panjang Pemkot Ambon untuk menjadikan kota ini sebagai contoh kota pesisir yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif. Jika berhasil, model ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia yang tengah berupaya mengoptimalkan potensi wilayah pesisir mereka.

Dengan langkah konkret ini, harapan besar tertuju pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, serta pelestarian lingkungan pesisir yang selama ini menjadi aset berharga bagi generasi mendatang.

Pos terkait