123Berita – 07 April 2026 | JAKARTA — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, membuka wacana strategis terkait kemungkinan pengambilalihan operator kereta cepat Whoosh oleh Kementerian Keuangan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada hari Senin, 1 April 2024. Purbaya menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan keuangan yang dihadapi proyek kereta cepat, sekaligus upaya memastikan kelancaran operasional dan keberlanjutan investasi infrastruktur kelas dunia.
Proyek kereta cepat Whoosh, yang direncanakan menghubungkan Jakarta‑Bandung dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, awalnya dioperasikan oleh konsorsium swasta yang melibatkan beberapa perusahaan multinasional. Namun, sejak peluncuran awal pada 2022, proyek tersebut mengalami serangkaian kendala, termasuk penundaan penyelesaian infrastruktur, kenaikan biaya konstruksi, serta permasalahan perizinan. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik dan investor mengenai kemampuan operator dalam menyelesaikan proyek tepat waktu.
Purbaya menyoroti bahwa pemerintah memiliki kepentingan strategis untuk memastikan proyek kereta cepat tetap berjalan sesuai jadwal, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap mobilitas, pertumbuhan ekonomi regional, dan pengurangan emisi karbon. “Pengambilalihan bukan berarti menutup pintu bagi sektor swasta, melainkan membuka ruang bagi kolaborasi yang lebih terstruktur antara pemerintah dan mitra bisnis,” tegasnya.
Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari rangkaian reformasi keuangan yang tengah digulirkan oleh Kementerian Keuangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Kemenkeu telah meluncurkan kebijakan restrukturisasi utang bagi perusahaan infrastruktur, memperketat pengawasan penggunaan dana publik, serta memperkenalkan instrumen pembiayaan baru seperti obligasi hijau. Pengambilalihan operator kereta cepat diharapkan dapat menjadi contoh konkret implementasi kebijakan tersebut.
Berbagai pihak memberikan tanggapan beragam terhadap usulan Purbaya. Kalangan akademisi menilai bahwa intervensi pemerintah dalam sektor transportasi berkecepatan tinggi dapat mempercepat pencapaian target nasional dalam pembangunan infrastruktur. Prof. Dr. Ahmad Fauzi, pakar kebijakan publik Universitas Indonesia, berkomentar, “Jika dikelola dengan baik, pengambilalihan dapat menstabilkan aliran dana, mengurangi risiko gagal bayar, dan meningkatkan kepercayaan investor asing.”
Namun, asosiasi pengusaha swasta mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi yang terbuka. Ketua Asosiasi Pengusaha Infrastruktur Indonesia (APII), Rudi Hartono, menyatakan, “Kami menghargai niat pemerintah untuk memastikan keberlangsungan proyek, namun harus ada jaminan bahwa mekanisme pengambilalihan tidak menimbulkan ketidakpastian hukum bagi investor yang sudah menanamkan modalnya. Transparansi dan kepastian regulasi menjadi kunci.
Sementara itu, masyarakat umum menantikan kejelasan jadwal operasional kereta cepat yang dapat mempersingkat waktu tempuh antara dua kota besar tersebut. Sejumlah survei menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen responden menganggap proyek kereta cepat sebagai kebutuhan penting untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan di jalur darat.
Dalam rangka menyiapkan proses pengambilalihan, Kemenkeu mengumumkan pembentukan tim khusus yang akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol, serta otoritas keuangan. Tim tersebut akan melakukan audit menyeluruh terhadap neraca keuangan Whoosh, menilai risiko hukum, dan menyusun rencana integrasi operasional. “Kami berkomitmen menyelesaikan proses ini dalam waktu tiga bulan, dengan tetap menjaga kepentingan semua pemangku kepentingan,” kata Purbaya.
Jika pengambilalihan berhasil, Kementerian Keuangan akan menjadi pemilik mayoritas saham dalam operator kereta cepat, sementara peran swasta dapat dialihkan menjadi mitra strategis dalam bidang teknologi, manajemen operasional, dan pemeliharaan. Model kemitraan ini diharapkan dapat memadukan keunggulan sumber daya keuangan pemerintah dengan keahlian teknis sektor swasta.
Secara keseluruhan, pernyataan Menteri Keuangan menandai fase baru dalam penanganan proyek infrastruktur transportasi kelas dunia di Indonesia. Pengambilalihan operator Whoosh oleh Kemenkeu mencerminkan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan dana publik, mengurangi risiko keuangan, dan mempercepat realisasi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan langkah ini, diharapkan proyek kereta cepat dapat kembali berada di jalur yang tepat, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi transportasi di kawasan Asia Tenggara.





