123Berita – 09 April 2026 | Aktivis lingkungan dan presenter televisi Melanie Subono kembali menjadi sorotan publik setelah ia menyoroti kondisi terkini di Bandung Zoo, kebun binatang milik pemerintah Jawa Barat. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Subono mengungkapkan keprihatinannya atas kesejahteraan hewan yang tinggal di dalam kandang, serta menekankan pentingnya langkah konkret untuk memperbaiki standar pemeliharaan satwa.
Subono tidak hanya mengkritik, tetapi juga menyodorkan serangkaian saran yang bersifat praktis dan dapat diimplementasikan dalam waktu singkat. Berikut ini rangkaian rekomendasi yang ia kemukakan:
- Meningkatkan ukuran dan kualitas kandang, memastikan setiap spesies memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan berinteraksi.
- Mengintegrasikan program enrichmen lingkungan, seperti mainan, struktur memanjat, dan sumber makanan yang meniru perilaku alami.
- Melakukan pelatihan bagi staf kebun binatang dalam penanganan hewan yang berbasis pada ilmu perilaku hewan modern.
- Menjalin kemitraan dengan lembaga konservasi nasional dan internasional untuk audit reguler serta pertukaran pengetahuan.
- Meningkatkan transparansi publik melalui laporan tahunan yang memuat indikator kesejahteraan hewan.
Usulan tersebut mendapat sambutan hangat dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti masukan dari Subono. Dalam pernyataan resmi, Dedi menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas kebun binatang, serta mengalokasikan anggaran tambahan untuk perbaikan infrastruktur dan pelatihan SDM.
“Kami menghargai kepedulian Melanie Subono yang menyuarakan isu penting ini. Pemerintah Jawa Barat bertekad menjadikan Bandung Zoo sebagai contoh terbaik dalam pengelolaan kebun binatang yang berorientasi pada kesejahteraan hewan dan edukasi publik,” ujar Dedi Mulyadi. Ia menambahkan bahwa proses audit akan melibatkan pihak independen dan hasilnya akan dipublikasikan secara terbuka.
Reaksi publik di media sosial pun beragam. Sebagian netizen memuji langkah Subono sebagai bentuk advokasi yang konstruktif, sementara yang lain menilai bahwa kebun binatang memang memerlukan reformasi menyeluruh. Di sisi lain, para pecinta satwa menantikan perubahan nyata yang dapat meningkatkan kualitas hidup hewan di Bandung Zoo.
Para pakar konservasi menilai bahwa upaya perbaikan kebun binatang tidak hanya berdampak pada hewan yang berada di dalamnya, tetapi juga berpotensi memperkuat pesan edukatif kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam. “Kebun binatang yang dikelola dengan standar tinggi dapat menjadi sarana pembelajaran yang kuat bagi generasi muda,” kata Dr. Rina Susanti, dosen biologi konservasi Universitas Padjadjaran.
Pemerintah daerah juga mengindikasikan rencana pengembangan program edukasi yang melibatkan sekolah-sekolah lokal, dengan fokus pada pengenalan biodiversitas, perilaku satwa, dan peran manusia dalam menjaga ekosistem. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebun binatang, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.
Langkah-langkah konkret yang diusulkan meliputi renovasi area kandang yang paling kritis, peningkatan kualitas pakan dengan menyesuaikan kebutuhan gizi masing-masing spesies, serta penerapan teknologi monitoring kesehatan hewan secara real-time. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini masalah kesehatan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efisien.
Sejauh ini, belum ada jadwal pasti untuk pelaksanaan semua rekomendasi, namun Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proses evaluasi dan perencanaan akan segera dimulai dalam tiga bulan ke depan. Ia menambahkan bahwa seluruh pihak terkait, termasuk LSM, akademisi, dan komunitas pecinta satwa, akan dilibatkan dalam setiap tahap perencanaan.
Melanie Subono menutup wawancara dengan harapan bahwa perhatian publik terhadap isu kesejahteraan hewan akan terus meningkat, dan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aktivis, serta masyarakat dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan. “Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa hewan yang berada di bawah perawatan kita hidup dengan layak. Saya optimis bahwa dengan kerja sama, Bandung Zoo dapat menjadi contoh terbaik bagi kebun binatang lain di Indonesia,” ujarnya.
Kesimpulannya, sorotan Melanie Subono terhadap kondisi Bandung Zoo telah memicu respons positif dari Gubernur Dedi Mulyadi, yang berjanji akan menindaklanjuti saran-saran perbaikan secara komprehensif. Dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan kebun binatang ini dapat bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya menampung satwa, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan konservasi yang berstandar internasional.





