123Berita – 23 April 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan dominasinya di Ligue 1 setelah berhasil menjuarai pertandingan kandang melawan Nantes dengan skor telak 3-0. Pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes pada Minggu malam itu menjadi sorotan utama karena aksi gemilang dari pemain Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, yang mencetak dua gol (brace) sekaligus menambah koleksi golnya di kompetisi domestik Prancis.
Sejak peluit awal, PSG menunjukkan tekanan tinggi dengan mengendalikan penguasaan bola sekitar 60 persen. Kombinasi serangan cepat antara Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Kvaratskhelia menciptakan peluang berulang-ulang. Pada menit ke-12, serangan pertama PSG berujung pada gol pembuka ketika Kvaratskhelia menerima umpan pendek dari Messi di sisi kiri, menembus pertahanan Nantes, dan menempatkan bola tepat ke sudut kiri gawang melalui tendangan voli yang memukau.
Gol kedua datang hanya enam menit kemudian, memperlihatkan kecepatan mental Kvaratskhelia. Setelah serangan balik, ia mendapatkan bola di daerah pertengahan lapangan, mengelak dari dua bek Nantes, dan menembak dengan kaki kanan ke pojok kanan atas, menambah keunggulan PSG menjadi 2-0. Kedua gol ini tidak hanya menegaskan kemampuan teknik pemain muda tersebut, tetapi juga menambah kepercayaan diri seluruh skuad.
Setelah jeda singkat, Nantes mencoba menyeimbangkan permainan dengan menurunkan formasi bertahan yang lebih rapat. Namun, PSG tidak menyerah. Pada menit ke-38, Neymar menyelesaikan serangan kolektif dengan tembakan jarak jauh yang memantul ke dalam jaringan, menutup skor menjadi 3-0. Gol ketiga ini menambah ruang napas bagi PSG menjelang jeda istirahat.
Babak kedua berjalan dengan tempo yang relatif stabil. Nantes berusaha memanfaatkan ruang di sayap kanan, tetapi pertahanan PSG yang dipimpin oleh Marquinhos berhasil menahan serangan demi serangan. Sementara itu, Kvaratskhelia terus menjadi ancaman utama, menciptakan peluang lewat dribel individual dan umpan terobosan. Pada menit ke-68, ia hampir menambah gol ketiganya, namun tembakannya melenceng tipis ke samping tiang.
Statistik pertandingan menegaskan keunggulan PSG. Tim asuhannya mencatat 18 tembakan, dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Nantes hanya mampu menembak 5 kali, tanpa menghasilkan satu pun gol. Penguasaan bola 62% menambah bukti bahwa PSG mengendalikan ritme permainan sejak awal hingga akhir.
Dengan kemenangan ini, PSG meneguhkan diri di puncak klasemen Ligue 1, mengumpulkan total 68 poin setelah 30 putaran. Keunggulan mereka atas rival terdekat, Olympique Lyonnais, kini mencapai 7 poin, menjadikan mereka hampir tak terkejar dalam perburuan gelar. Di sisi lain, Nantes tetap berada di zona menengah klasemen dengan 42 poin, jauh dari ambisi mengejar tempat di zona Liga Champions.
Kvaratskhelia, yang baru bergabung dengan klub musim lalu, menunjukkan perkembangan signifikan. Brace kali ini menambah catatan golnya di Ligue 1 menjadi 8 gol dari 24 penampilan. Pelatih Luis Enrique pun memberikan pujian khusus, menekankan pentingnya kontribusi pemain sayap dalam menambah dimensi serangan tim.
Secara taktis, PSG tampak mengoptimalkan permainan sayap dengan memanfaatkan kecepatan dan kreativitas Kvaratskhelia serta Neymar. Penempatan gelandang tengah seperti Marco Verratti membantu menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan, sehingga tim mampu menahan tekanan balik lawan. Formasi 4-3-3 yang dipertahankan tetap efektif, memberikan kebebasan bagi pemain sayap untuk menembus ruang kosong.
Kemenangan 3-0 ini tidak hanya menambah koleksi poin, tetapi juga meningkatkan moral tim menjelang fase akhir musim. Jadwal berikutnya menantang, dengan laga melawan Lille di kandang yang dijadwalkan dua minggu ke depan. Jika PSG mampu mempertahankan performa serupa, peluang mereka untuk mengamankan gelar Ligue 1 tampak semakin besar.
Di luar lapangan, sorotan media sosial pun dipenuhi pujian untuk Kvaratskhelia. Penggemar PSG menyebutnya sebagai “bintang baru” yang dapat mengubah dinamika tim. Dengan performa konsisten, nama Kvaratskhelia diprediksi akan terus muncul di pembicaraan publik, tidak hanya di Prancis, tetapi juga di kancah sepak bola Eropa.
Kesimpulannya, kemenangan telak PSG atas Nantes menegaskan posisi mereka sebagai tim terkuat di Ligue 1 musim ini. Brace Kvaratskhelia menjadi sorotan utama, menambah nilai penting bagi tim dalam persaingan ketat. Jika konsistensi ini berlanjut, PSG memiliki peluang besar untuk menutup musim dengan gelar juara, sementara Kvaratskhelia dapat menjadi kunci utama dalam strategi ofensif klub ke depan.





