123Berita – 07 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan strategi untuk mengambil alih pengelolaan operator kereta cepat Whoosh, sebuah proyek strategis yang selama ini berada di bawah naungan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor ekonomi, teknis, dan kepentingan publik.
Whoosh, yang direncanakan menghubungkan kota Jakarta dan Bandung dalam waktu kurang dari satu jam, telah menjadi sorotan sejak pengumuman awal pada 2022. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, mempercepat mobilitas, serta menjadi simbol kemajuan infrastruktur transportasi berkecepatan tinggi di Indonesia. Namun, selama fase implementasi, muncul sejumlah kendala yang menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan operasional dan keberlanjutan finansialnya.
“Kami tidak menutup kemungkinan untuk mengambil alih operator Who Whosh jika diperlukan,” ujar Purbaya dalam sebuah konferensi pers di Kementerian Keuangan, Senin (7/4/2026). “Keputusan ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan upaya memastikan bahwa proyek strategis ini dapat beroperasi dengan optimal, tanpa menimbulkan beban berlebih pada keuangan negara atau menghambat kepentingan publik.”
- Stabilitas Keuangan: Analisis mendalam menunjukkan bahwa proyeksi pendapatan Whoosh belum memenuhi target yang telah disepakati, sementara beban operasional dan pemeliharaan masih tinggi. Pengambilalihan oleh Kemenkeu diharapkan dapat menstabilkan aliran kas melalui subsidi terarah dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien.
- Keandalan Operasional: Selama fase uji coba, beberapa masalah teknis, termasuk sistem sinyal dan pemeliharaan rel, belum sepenuhnya teratasi. Kemenkeu berencana mengintegrasikan tim ahli dari Bappenas dan Badan Pengatur Jalan Tol untuk memperbaiki standar operasional.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Dengan berada di bawah pengawasan kementerian, proses pengelolaan dana dan pelaporan kinerja dapat diawasi lebih ketat, meminimalkan risiko korupsi atau penyalahgunaan dana.
Pengambilalihan ini bukan pertama kalinya Kementerian Keuangan terlibat langsung dalam proyek infrastruktur besar. Sebelumnya, Kemenkeu pernah mengambil alih pengelolaan beberapa proyek jalan tol dan pelabuhan strategis yang mengalami kendala pembiayaan. “Pengalaman kami dalam mengelola proyek besar memberikan keyakinan bahwa kami dapat mengoptimalkan Whoosh agar menjadi aset nasional yang berkelanjutan,” tambah Purbaya.
Namun, langkah ini tidak lepas dari kritik. Beberapa pengamat menilai bahwa intervensi Kemenkeu dapat menimbulkan risiko politisasi dalam pengelolaan proyek, serta menimbulkan kekhawatiran mengenai beban fiskal yang meningkat. Purbaya menanggapi hal tersebut dengan menegaskan bahwa semua keputusan akan didasarkan pada analisis objektif dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan politik.
Selain itu, pihak operator Whoosh yang saat ini dikelola oleh konsorsium swasta menyatakan kesiapan mereka untuk bekerjasama dalam proses transisi. “Kami tetap berkomitmen untuk memastikan kereta cepat ini beroperasi sesuai standar internasional, dan siap berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk menjaga kelancaran layanan,” ujar juru bicara konsorsium.
Proses pengambilalihan diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan, dimulai dengan audit keuangan menyeluruh, penilaian risiko operasional, serta penyusunan rencana restrukturisasi. Kemenkeu berencana melibatkan lembaga independen untuk memastikan audit bersifat objektif dan transparan.
Jika berhasil, Whoosh akan menjadi contoh pertama proyek kereta cepat yang dikelola langsung oleh kementerian keuangan, menandai pergeseran paradigma dalam pengelolaan infrastruktur strategis di Indonesia. “Kami berharap ini menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk mengoptimalkan aset-aset strategis demi kepentingan rakyat,” tutup Purbaya dengan optimisme.
Secara keseluruhan, keputusan Kemenkeu untuk mempertimbangkan pengambilalihan operator Whoosh mencerminkan upaya pemerintah mengatasi tantangan finansial dan operasional yang dihadapi oleh proyek transportasi berkecepatan tinggi. Meskipun prosesnya masih dalam tahap awal, harapan besar tetap ada bahwa Whoosh dapat segera melayani publik dengan layanan yang handal, aman, dan terjangkau.





