IHSG Mengincar Level 7.500: 5 Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Cuan Besar

123Berita – 10 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan tren naiknya dan mendekati zona psikologis 7.500 poin pada sesi perdagangan Jumat, 10 April 2026. Setelah menguat 0,39 persen pada sesi sebelumnya, pasar saham Indonesia menunjukkan momentum positif yang didukung oleh sentimen makroekonomi yang membaik serta arus masuk dana asing.

Berbagai analis pasar modal menilai bahwa kondisi fundamental ekonomi domestik yang stabil, disertai kebijakan moneter yang masih mendukung, menjadi pendorong utama bagi pergerakan IHSG. Di samping itu, laporan keuangan kuartal pertama perusahaan-perusahaan blue‑chip menunjukkan peningkatan profitabilitas, menambah kepercayaan investor institusional.

Bacaan Lainnya

Berikut ini lima rekomendasi saham yang dipilih oleh analis sebagai peluang investasi yang berpotensi memberikan keuntungan signifikan seiring IHSG menembus level 7.500:

  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM): Saham telekomunikasi ini diperkirakan akan terus mendapat manfaat dari pertumbuhan layanan data seluler dan inisiatif transformasi digital. Analis memperkirakan EPS tahun 2026 akan naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Sebagai bank terbesar di Indonesia, BBCA menunjukkan kinerja kredit yang kuat serta rasio NPL yang tetap rendah. Proyeksi laba bersih diperkirakan naik 10% dalam 12 bulan ke depan.
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Konsumen domestik yang kuat dan portofolio produk yang luas menjadikan UNVR sebagai saham defensif dengan dividend yield menarik. Analis menilai harga saham masih undervalued dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.
  • PT Astra International Tbk (ASII): Diversifikasi bisnis di sektor otomotif, agribisnis, dan infrastruktur memberikan kestabilan pendapatan. Rencana ekspansi ke pasar listrik kendaraan bermotor diprediksi akan meningkatkan margin perusahaan.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Produsen makanan dan minuman terkemuka ini memiliki posisi pasar yang kuat di segmen mie instan dan produk konsumen lainnya. Proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan diperkirakan mencapai 8%.

Para analis menekankan pentingnya memperhatikan faktor risiko, termasuk volatilitas nilai tukar rupiah, kebijakan tarif impor, serta dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi aliran modal. Namun, dengan dukungan kebijakan pemerintah yang pro‑investasi serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, peluang bagi saham-saham di atas untuk mengungguli indeks utama semakin terbuka lebar.

Secara teknikal, grafik harian IHSG menunjukkan pola bullish continuation dengan penembusan resistance di level 7.350 dan 7.400. Volume perdagangan yang meningkat pada sesi-sesi sebelumnya mengindikasikan minat beli yang kuat dari pelaku pasar. Jika momentum ini tetap terjaga, level 7.500 dapat tercapai dalam minggu ini, membuka ruang bagi pergerakan lebih tinggi ke zona 7.600.

Investor disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio, menggabungkan saham-saham dengan fundamental kuat serta sektor-sektor yang tahan banting. Penggunaan stop‑loss dan pemantauan berita ekonomi secara berkala menjadi langkah penting untuk mengelola risiko dalam lingkungan pasar yang dinamis.

Dengan mengintegrasikan analisis fundamental dan teknikal, serta memperhatikan rekomendasi saham dari para pakar, pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang kenaikan IHSG ke level 7.500 untuk meningkatkan nilai investasi mereka.

Kesimpulannya, IHSG berada pada jalur yang mengarah ke level psikologis penting 7.500. Dukungan dari data ekonomi yang solid, kinerja perusahaan yang kuat, serta aliran dana asing yang terus masuk memperkuat prospek bullish pasar saham Indonesia. Pemilihan saham-saham potensial seperti TLKM, BBCA, UNVR, ASII, dan INDF dapat menjadi strategi yang tepat bagi investor yang ingin meraih keuntungan dalam fase kenaikan ini.

Pos terkait