123Berita – 18 Juni 2026 | Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU), Fuad Hasan Masyhur, menanggapi dengan santai pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi kuota haji siluman.
Ia terlihat cengengesan saat ditanya tentang Maktour yang kecipratan Rp 27,8 miliar dari kuota haji siluman. Fuad tidak banyak membicarakan tentang hal tersebut dan memilih untuk bersikap santai.
Kasus korupsi kuota haji siluman telah menjadi perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Banyak pihak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk biro perjalanan dan pejabat pemerintah.
Fuad Hasan Masyhur sebagai Dewan Pembina SATHU diharapkan dapat memberikan penjelasan yang jelas tentang keterlibatan organisasinya dalam kasus korupsi kuota haji siluman. Namun, ia memilih untuk tidak banyak membicarakan tentang hal tersebut.
Kasus korupsi kuota haji siluman masih terus diselidiki oleh aparat penegak hukum. Banyak pihak yang berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat dan adil.
Bagi masyarakat, kasus korupsi kuota haji siluman merupakan contoh nyata dari penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus korupsi telah menjadi masalah serius di Indonesia. Banyak pejabat pemerintah dan pengusaha yang terlibat dalam kasus korupsi.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas. Dengan demikian, diharapkan kasus korupsi dapat berkurang dan Indonesia dapat menjadi negara yang lebih bersih dan adil.





