YouTuber Ferdian Paleka Bebas, Kasus Video Prank Sembako Sampah Dihentikan

BANDUNG, 123berita.com – YouTuber Ferdian Paleka akhirnya bebas dari tahanan polisi setelah para korban video prank-nya mencabut laporannya di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat. Ferdian dibebaskan bersama kedua rekannya.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, pencabutan laporan telah dilakukan korban pekan lalu. Ini menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk membebaskan Ferdian Paleka.

“Iya, dasarnya yang pasti adalah pencabutan aduan dan laporan dari korban pada kami yang kami terima satu minggu yang lalu. Itu menjadi dasar kami untuk mengeluarkan para tahanan,” ujarnya di Mapolrestabes Bandung, Kamis (04/06/2020), dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut AKBP Galih Indragiri mengatakan, proses hukum dalam kasus video prank sembako berisi sampah dan batu berdasarkan delik aduan para korban yang merasa dirugikan.

Baca Juga:  Innalillahi, PT Sari Guna Telukan, Sukoharjo Kebakaran Hebat, Pemadam Kebakaran Berusaha Keras

“Seperti yang kita ketahui bersama untuk kasus ITE ini Pasal 45 ayat 3 di sini yang kami persangkakan adalah masuk ke dalam delik aduan, jadi itu menjadi dasar kami,” kata dia.

Namun, AKBP Galih Indragiri tak menjelaskan alasan korban mencabut laporannya. Pihaknya memastikan Ferdian Paleka dan dua rekannya bebas dari tuduhan dan kasusnya dihentikan.

Baca Juga:  Sungguh Tega, Klinik Bersalin di Pontianak Perdagangkan Bayi Baru Lahir

“Ya, jadi dengan dicabutnya itu, pasti kita hentikan kasusnya,” tandas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung.

Kasus video prank alias candaan paket sembako berisi sampah dan batu sempat viral di berbagai platform media sosial. Video itu dibuat tiga pemuda tanggung secara bersama-sama melibatkan Ferdian Paleka (21), M Aidil (21), dan Tubagus Fadilah Achyar (20).

Baca Juga:  Kebakaran Hebat Pabrik Spring Bed PT Sari Guna Telukan Sukoharjo Belum Diketahui Penyebabnya

Sebelumnya, pengacara Ferdian Paleka dan rekannya, Rohman Hidayat, mencoba menempuh jalur mediasi dengan para korban. Rohman berharap pelapor mau mencabut laporan pengaduan yang disampaikan kepada aparat berwajib.

Menurut dia, pihak keluarga tersangka telah bertemu dengan beberapa korban dan meminta maaf secara langsung. Baik keluarga Ferdian maupun keluarga tersangka lainnya meminta korban mencabut laporan. Kendati demikian, menurut Rohman, apabila pelapor bersikeras menginginkan memproses secara hukum, pihaknya tidak mempermasalahkannya.

author
Journalist & Content Writer