Waspada dan Ketahui Gejala Ebola Yang Mirip Dengan Penyakit Malaria

123Berita.comWabah Ebola kembali menyerang Benua Afrika tepatnya di Republik Kongo. Virus corona belum juga reda, pada tanggal 1 Juni kemarin tepatnya di kota Wangata, Mbandaka, dan Provinsi Equateur wabah yang terakhir terjadi 2018 tersebut melanda. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Kesehatan Kongo, Longondo yang mengatakan jika ada 4 warga yang meninggal akibat wabah mematikan tersebut.

Ebola merupakan penyakit yang sangat menular dan mematikan. Terlebih jika sudah mewabah di lingkungan yang belum terlindungi. Penularan Ebola datang dari kelelawar sebagai pembawa virus Ebola alami.

Ebola dapat menular ke manusia lewat kontak langsung dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh lainnya di hewan yang sudah terinfeksi. Selain itu juga hewan seperti gorila, simpanse, monyet, antelop, hingga landak porcupine juga bisa membawa penyakit Ebola.

Ketika seorang manusia sudah terkena Ebola, maka penularannya juga sama: lewat kontak langsung dengan cairan tubuh, darah, dan lainnya. Benda yang sudah terkontaminasi seperti pakaian, handuk, atau sprei juga bisa menjadi media penularan.

Di Afrika sendiri, petugas medis juga dapat tertular Ebola setelah menangani pasien positif. Selain petugas medis, orang yang memakamkan nya pun juga berpotensi tertular. Berhubungan seksual terhadap orang yang positif Ebola juga bisa tertular, intinya selama virus tersebut masih ada dalam darah, besar kemungkinan bisa menularkan ke sesama.

Untuk gejalanya pun sama seperti penyakit malaria yakni demam tinggi, nyeri pada otot, sakit kepala, dan radang tenggorokan. Selain itu, Ebola juga menggerogoti kekebalan tubuh, inilah mengapa virus tersebut dianggap mematikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

author