Viral Poster Siswa STM Ikut Demo Buruh di DPR, Begini Tanggapan Polisi

JAKARTA, 123berita.com – Poster ajakan demo siswa STM dalam aksi unjuk rasa buruh tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI viral di media sosial. Dalam poster berjudul ‘STM Bergerak #TolakOmnibusLaw #MosiTidakPercaya’, para siswa STM diminta datang pada Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 13.00.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus meminta para siswa STM dan SMA untuk tidak mengikuti ajakan tersebut.

“Jangan ada demo-demo, jangan menganggu kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), jangan menganggu arus lalu lintas, makanya selebaran itu janganlah, nggak benar itu,” ujarnya, saat dihubungi, Rabu (07/10/2020), dikutip dari Tempo.co.

Sementara sampai saat ini, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya kondisi di depan Gedung DPR RI aman dan tak ada demonstrasi. Polisi telah melarang adanya aksi unjuk rasa karena saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tengah berlaku di DKI Jakarta.

Kendati demikian, Komisaris Besar Yusri Yunus menyatakan polisi sempat menangkap 18 pemuda ditengarai ingin ikut demo buruh di depan Gedung DPR RI pada Selasa malam. Saat ini 18 orang itu telah dipulangkan setelah didata dan diminta tak melakukan hal serupa lagi.

“Itu (yang semalam ditangkap) bukan buruh atau mahasiswa ya, tapi anak pengangguran, anak-anak SMA,” kata dia.

Polda Metro Jaya sejatinya telah melarang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI saat pembahasan dan pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Hal ini merupakan tindak lanjut dari surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Idham Azis.

Dalam TR bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 per 2 Oktober 2020, Kapolri melarang unjuk rasa dan demonstrasi buruh di tengah pandemi Covid-19.

author
Journalist & Content Writer