Tipu 27 CPNS hingga Rp600 Juta, Staf Damkar Tangerang Dipolisikan

TANGERANG, 123berita.com – Kepolisian Resor Metropolitan Kota Tangerang menahan seorang staf unit Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang karena diduga terlibat aksi penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Dilansir dari tempo.co, pelaku berinisial DR ditahan karena telah menipu sedikitnya 27 orang CPNS.

Kepala Polres Metropolitan Tangerang, Komisaris Besar Sugeng Harianto, mengatakan tersangka mengiming-imingi korban bisa menjadi PNS asalkan membayar sejumlah uang.

Baca Juga:  Kering Kerontang, ACT Droping Air Bersih di Wonosegoro, Boyolali

“Para korban yang melaporkan sudah ada 27 orang. Mereka sudah menyetorkan uang kepada DR,” katanya, Sabtu (04/072020).

Adapun total uang yang sudah disetor para koban, kata Komisaris Besar Sugeng Harianto, mencapai Rp600 juta. Menurutnya, DR meminta uang dari CPNS dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Kapolres menyebut, DR melancarkan aksi penipuan CPNS sudah dua tahun atau sekitar akhir 2018. Modus penipuan CPNS yang digunakan tersangka ialah dengan cara mengirim email kepada korban bahwa sudah diterima sebagai PNS. Email itu belakangan ditemukan polisi palsu.

Baca Juga:  Diguncang Gempa M6.6, Bengkulu Berada pada Risiko Bahaya Sedang hingga Tinggi

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap 27 orang korban. Kemungkinan akan berkembang jumlah pelapor dan nilai uang,” jelasnya.

Tersangka DR akan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan. Sementara Kepala Inspektorat Kota Tangerang, Dadi Budaeri, membenarkan DR merupakan aparatur sipil negara (ASN) golongan 2C dan merupakan staf di Damkar BPBD Kota Tangerang.

Baca Juga:  Gerebek Markas KKB, Satgas Gabungan TNI-Polri Lumpuhkan Pimpinan KKB

Dadi mengatakan setelah ada surat dari kepolisian ke pemerintah Kota Tangerang, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang akan memproses DR.

“Secara struktural sudah diberhentikan dari jabatan, dia sebagai staf,” ucapnya.

Menurut Dadi Budaeri, setelah ada surat penahanan, DR diberhentikan sementara sebagai PNS Kota Tangerang dengan gaji dibayar setengah.

author
Journalist & Content Writer