Temui Benefeciaries di Tengah Pandemi Lewat Program Ketok Pintu-ACT

JAKARTA, 123berita.com – Ketok Pintu merupakan salah satu agenda Aksi Cepat Tanggap (ACT) di pengujung Ramadan guna menjalin silaturahim dengan beberapa penerima manfaat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Sebelumnya, ACT telah menemui Pak Untung dan Pak Suparto di rumah sangat sederhana. Kini, ACT mengetuk pintu rumah keluarga Ibu Nurlela di bilangan Lenteng Agung.

Rumah sederhana dengan daun pintu dan jendela lapuk berlubang menjadi tempat tinggal Nurlela. Tempat tinggal ini ada di kawasan permukiman padat penduduk. Kehangatan keluarga Nurlela terasa kala tim ACT berkunjung saat waktu berbuka puasa di Ramadan ke-26.

Nurlela merupakan ibu dari empat orang anak. Anak pertamanya telah menyewa rumah kontrakan sendiri, sedangkan tiga anak lainnya masih usia sekolah tinggal bersama sang ibu. Penyakit stroke yang dua tahun belakangan ini menyerang bagian tangan dan kaki kirinya membuat aktivitas Nurlela terhambat, termasuk bekerja hingga mengurus rumah tangga. Sebelumnya, perempuan asal Pekalongan ini bekerja sebagai asisten rumah tangga serta tukang parkir bersama suami.

“Sekarang ya sudah enggak bisa kerja sama sekali. Paling kalau buat buka puasa sama sahur ada sih dikasih dari tetangga,” ungkapnya dalam keterangan tertulis diterima 123berita.com.

Di Ramadan tahun ini, Nurlela merasakan suasana sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Masjid sepi, keramaian menjelang berbuka juga tak terlalu terlihat, padahal hal itu yang Nurlela rindukan tiap kali Ramadan datang, termasuk menguatnya ekonomi keluarga sebagai modal membeli baju baru bagi anak-anaknya.

Dengan hadirnya tim ACT pada waktu berbuka Selasa (19/05/2020) kemarin seakan membawa angin segar bagi dirinya. Beras zakat fitrah yang muzaki salurkan melalui Global Zakat-ACT sebanyak 25 kg diberikan untuk Nurlela. Selain itu, ada pula hidangan siap santap dari Humanity Central Kitchen serta uang tunai.

“Kalau yang masih suka minta baju baru ini anak keempat. Sementara anak ketiga sudah mengerti keadaan, tapi kalau enggak dibeliin juga nanti iri, jadi dibeliin semua saja. Alhamdulillah juga dapat bantuan beras, ini sih cukup sampai nanti setelah Lebaran,” ungkap Nurlela yang akan membeli baju baru untuk anak-anaknya.

Sejak Nurlela mengalami stroke, satu-satu tulang punggung keluarga ialah anak pertamanya yang bekerja sebagai sekuriti. Tak besar memang gajinya, namun bisa menopang beberapa kebutuhan orang tua dan adik-adiknya. Uang tersebut belum sanggup menutupi biaya pengobatan yang harus dijalani ibunya. Adapun guna memenuhi kebutuhan dasar saja mereka sudah mengalami  kesulitan, apalagi untuk membayar zakat fitrah yang wajib ditunaikan.

Mari mudahkan kehidupan para prasejahtera menunaikan kewajibannya membayar zakat fitrah dengan kedermawananmu. Yuk, tunaikan sedekah terbaikmu dan bantu mereka menunaikan zakat firahnya. Inilah saatnya kita bergerak dan membantu mereka yang kesusahan. www.indonesiadermawan.id/ZakatFitrah.

author
Journalist & Content Writer