Ruas Tol Aceh dan Sulut Siap Beroperasi, Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA, 123berita.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan layanan infrastruktur jalan dan jembatan, baik tol maupun jalan nasional. Hal itu guna mendukung jalur logistik dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Terdapat dua ruas jalan tol baru telah siap dioperasikan, yakni Banda Aceh—Sigli seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang 14 km dan Manado-Bitung (Mabit) seksi 1 Manado-Airmadidi 14 km serta sebagian ruas seksi 2 hingga Kauditan 7 km. Kedua ruas tol merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) telah mendapat persetujuan Surat Keputusan Menteri PUPR untuk pengoperasian.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Dengan begitu akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru.

Tol Banda Aceh-Sigli dengan total panjang 74 km merupakan jalan tol pertama di Aceh yang dibangun sejak akhir 2018 dengan skema penugasan pemerintah kepada PT Hutama Karya. Total investasi untuk pembangunan ruas tol Banda Aceh-Sigli dengan total panjang 74 km sebanyak enam seksi ini sebesar Rp12,35 triliun dengan biaya konstruksi sebesar Rp8,99 triliun.

Baca Juga:  Indahnya Kampung Warna-Warni Tigarihit, Destinasi Wisata Baru di Danau Toba

Melansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, Senin (20/07/2020), dibangunnya tol akan memangkas jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Sigli dari sekira duahingga tiga jam dengan kondisi jalan berkelok-kelok melalui perbukitan menjadi hanya satu jam perjalanan.

Rampungnya seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang 14 km akan meningkatkan konektivitas dari Banda Aceh ke Sigli. Begitu sebaliknya dari Sigli-Indrapuri ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda yang berada di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Ruas tol selanjutnya yang telah siap operasi adalah Manado-Bitung segmen Manado-Airmadidi. Jalan Tol Mabit dibangun dalam dua seksi, yakni Ring Road Manado-Sukur-Airmadidi hingga Kauditan 21 km dikerjakan Kementerian PUPR dan untuk Seksi 2 Airmadidi-Bitung 25 km dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung.

Baca Juga:  Kering Kerontang, ACT Droping Air Bersih di Wonosegoro, Boyolali

Ruas selanjutnya yang juga akan selesai konstruksinya adalah pada seksi 2 segmen 2A ruas Airmadidi-Danowudu 11,5 km, di mana saat ini perkembangannya 98,22% dengan target selesai Juli 2020 dari Airmadidi-Kauditan, dan Kauditan-Danowudu pada September 2020.

Dukungan pemerintah untuk pembiayaan konstruksi Seksi 1 sebesar Rp3 triliun, merupakan instrumen untuk meningkatkan kelayakan investasi jalan tol Mabit. Sementara untuk Seksi 2 Tol Mabit ini dibangun menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp6,19 triliun.

Jalan tol yang memiliki lima Simpang Susun (SS), yakni SS Manado SS Air Madidi, SS Kauditan, SS Danowudu dan SS Bitung ini akan memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung, dan sebaliknya dari 90-120 menit menjadi sekitar 30-45 menit. Di samping itu dengan adanya tol Mabit, risiko kecelakaan lalu lintas di jalan arteri diharapkan akan berkurang.

Baca Juga:  Ratusan Driver Online Surabaya Demo Tuntut Evaluasi Potongan 20% dari Aplikator

Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini juga akan menjadi faktor pendorong berkembangnya sektor pariwisata kawasan Manado-Bitung-Likupang yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo. Kawasan ini menjadi salah satu dari lima kawasan pariwisata prioritas yang akan dikembangkan tahun 2020.

Di samping itu masih banyak lagi objek wisata di Sulawesi Utara yang memiliki potensi dan belum dieksplorasi, seperti Pantai Serena dan Air Terjun Kima Atas yang juga memerlukan dukungan infrastruktur.

Selain kedua ruas tol tersebut, terdapat dua ruas tol lainnya ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus 2020, yakni ruas Kayu Agung-Kramasan 42 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung 112 km dan Pekanbaru-Dumai 131 km.

author
Journalist & Content Writer