Ledakan Besar Lebanon Dipicu 2750 Ton Amonium Nitrat, Rumah Sakit Kewalahan

123berita.com – Sebuah ledakan hebat mengguncang Ibu Kota Lebanon, Beirut, Selasa (04/08/2020). Akibatnya, sebanyak 78 orang dikabarkan meninggal dunia dan lebih dari 4000 lainnya luka-luka. Para pejabat setempat menuding adanya bahan peledak yang disimpan di gudang selama enam tahun sebagai pemicu ledakan.

Perdana Menteri Hassan Diab mengutarakan adanya 2.750 ton amonium nitrat (bahan untuk pupuk dan peledak) disimpan di gudang “tidak dapat diterima.”

“Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggungjawaban dan menerapkan hukuman paling berat,” tegas Hassan Diab dalam akun Twitter resminya.

Baca Juga:  Badai Laura Hantam Lousiana AS, Akibatkan Kerusakan Berat dan Banjir

“Tidak dapat diterima ada 2.750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga.”

Melansir BBC News Indonesia, Rabu (05/08/2020), sejumlah rumah sakit di Beirut dilaporkan kewalahan menangani pasien korban ledakan. Seorang petugas medis menyebut sebanyak 200 hingga 300 orang telah dilarikan ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit.

“Saya tidak pernah mengalami yang seperti ini. Mengerikan,” kata petugas bernama Rouba, kepada kantor berita Reuters

.

Wartawan BBC di Beirut, Sunniva Rose melaporkan seluruh kota tampak menghitam akibat dahsyatnya ledakan.

Baca Juga:  Auto Tajir, 2 Bongkah Emas Rp3,7 Miliar Ditemukan di Australia

“Berkendara menyusuri Beirut menjelang malam, benar-benar berantakan. Jalan-jalan penuh dengan kaca, sulit untuk ambulans lewat, banyak batu, bongkahan semen, rumah-rumah ambruk,” ungkap Sunniva Rose.

Asap masih mengepul saat malam. Seluruh kota gelap, sulit untuk berjalan, orang-orang berlumuran darah.

“Saya melihat nenek berusia 86 tahun dirawat dokter yang berlari keluar dari rumahnya dengan perlengkapan bantuan pertama,” tambahnya.

“Flat saya juga rusak, kaca berserakan. Kerusakan begitu dasyat, bahkan satu mal yang berjarak dua kilometer dari tempat ledakan, seluruh bagian depan hancur. Kerusakan bukan hanya di pelabuhan, seluruh Beirut terhantam,” kata Sunniva Rose lagi.

Baca Juga:  Aniaya ART Asal Indonesia, Warga Saudi Dipolisikan

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman mengabarkan staf Kedutaan Jerman di Beirut termasuk korban luka dalam ledakan.

“Kami terkejut melihat foto dari Beirut. Kolega di kedutaan kami termasuk korban luka,” tulis pihak kedutaan di Twitter.

Salah seorang saksi mata kepada BBC mengatakan ledakan begitu besar hingga mengira ia akan tewas. Ledakannya sangat memekakkan telinga.

author
Journalist & Content Writer