Kamala Harris, Calon Wapres AS Bangga dengan Darah Indianya

123berita.com – Senator Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dipinang Joe Biden sebagai calon wakil presiden (Wapres) dari Partai Demokrat. Kendati dikenal sebagai politikus kulit hitam terkemuka, namun Kamala bangga dengan darah Indianya.

“Nama saya diucapkan ‘Comma-la‘, seperti tanda baca,” tulis Kamala Harris dalam autobiografinya 2018, The Truths We Hold.

Melansir BBC News, Rabu (12/08/2020), senator California itu merupakan anak dari ibu yang dilahirkan di India dan ayah kelahiran Jamaika. Kamala kemudian menjelaskan arti nama Indianya.

“Artinya ‘bunga teratai’ yang merupakan simbol penting dalam budaya India. Teratai tumbuh di bawah air, bunganya menjulang di atas permukaan, sementara akarnya tertanam kuat di dasar sungai.”

Baca Juga:  Auto Tajir, 2 Bongkah Emas Rp3,7 Miliar Ditemukan di Australia

Pada awal kehidupannya, Kamala muda dan saudara perempuannya, Maya, dibesarkan di sebuah rumah yang diramaikan musik seniman kulit hitam Amerika. Ibunya bernyanyi lagu gospel Aretha Franklin, sedangkan ayahnya pecinta jazz, mengajar ekonomi di Universitas Stanford.

Shyamala Gopalan dan Donald Harris berpisah saat Kamala Harris masih berusia lima tahun. Dia dibesarkan ibunya, seorang penganut Hindu yang merupakan seorang peneliti kanker dan aktivis hak-hak sipil.

Baca Juga:  Brenton Tarrant, Pembantai 51 Jemaah Masjid Selandia Baru Dipenjara Seumur Hidup

Kamala, Maya, dan Shyamala dikenal sebagai ‘Shyamala and the girls‘. Ibunya memastikan kedua putrinya mengetahui latar belakang mereka.

“Ibu saya mengerti betul bahwa dia membesarkan dua anak perempuan kulit hitam. Dia tahu bahwa Tanah Air tempat anak-anaknya tumbuh besar akan melihat Maya dan saya sebagai gadis kulit hitam. Dia bertekad untuk memastikan kami akan tumbuh menjadi wanita kulit hitam yang percaya diri,” ungkap Kamala.

“Harris tumbuh dengan merangkul budaya Indianya, tetapi menjalani kehidupan Afrika-Amerika dengan bangga,” tulis Washington Post tahun lalu.

Baca Juga:  Prediksi Pakar AS Soal Kapan Berakhirnya Pandemi Virus Corona

Saat Kamala Harris mencalonkan diri untuk kursi Senat pada 2015, majalah Economist menggambarkannya sebagai ‘putri seorang peneliti kanker India dan seorang profesor ekonomi Jamaika. Dia adalah perempuan pertama, orang Afrika-Amerika dan Asia pertama yang menjadi Jaksa Agung California’.

Senator 55 tahun itu mengatakan dia tidak bergulat dengan identitasnya dan menggambarkan dirinya hanya sebagai ‘orang Amerika’. Dalam banyak hal, kata beberapa pihak yang mengenalnya, Kamala Harris berdiri di dua komunitas itu dengan mudah.

author
Journalist & Content Writer