Hadi Pranoto Klaim Berhasil Temukan Obat Covid-19, Begini Tanggapan IDI

123berita.com – Nama Hadi Pranoto mendadak jadi sorotan usai tampil di kanal YouTube dunia MANJI baru-baru ini. Pasalnya, pria yang mengaku profesor itu mengklaim telah berhasil membuat obat Covid-19.

Hadi Pranoto menyatakan cairan antibodi Covid-19 temuannya mampu menyembuhkan ribuan pasien. Bahkan, ia mengaku telah mendistribusikannya ke sejumlah wilayah, di antaranya Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Menanggapi klaim Hadi Pranoto soal obat Covid-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun angkat suara. Wakil Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto menyebut klaim tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat.

“Ya namanya pembohongan, kan penipuan masyarakat. Itu sangat berbahaya sekali. Kalau menyebar luas begitu gimana?” ujar Slamet Budiarto dilansir Detik

.

Mengutip WowKeren.com, Minggu (02/08/2020), pihaknya juga menyebut nama Hadi Pranoto tidak ada di database IDI. Slamet Budiarto menegaskan obat tidak bisa sembarang diklaim karena harus melalui uji klinik.

Artikel Menarik Lainnya:  Arab Saudi Putuskan Gelar Haji Terbatas, Menag Beri Apresiasi

Menurutnya, pernyataan Hadi Pranoto bisa membahayakan masyarakat. Slamet Budiarto meminta polisi turun tangan untuk menyelidikinya.

“Ya obat itu kan berarti harus diuji klinik, seperti vaksin. Dia uji klinik di mana? Kecuali kalau herbal itu kan cuma untuk suplemen, nggak ada masalah, tapi kalau dia sudah ngomong obat, itu nggak boleh karena obat itu harus diuji klinik,” ujar Slamet Budiarto.

“Kan artinya itu pembohongan kepada masyarakat dan itu bisa dipidana ya. Si artis Anji itu harus bisa membuka dia (Hadi Pranoto) kerja di mana, profesornya di mana, kan nggak jelas,” tambah dia.

Atas hal itu, Slamet Budiarto pun meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan klaim yang beredar. Pasalnya, sejauh ini belum ada obat Covid-19 yang ditemukan.

Artikel Menarik Lainnya:  Kabar Gembira! Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK Beromzet di Bawah Rp1 Miliar

“Pokoknya harus check and recheck karena sampai saat ini kan belum ada obat virus yang khusus untuk Covid-19, kan belum ada, vaksinnya juga belum ada. Jadi ya harus hati-hati,” seru Slamet Budiarto.

author
Journalist & Content Writer