Fatwa MUI Soal Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

JAKARTA, 123berita.com – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19. Fatwa ini menekankan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan saat ibadah salat Idul Adha maupun kala menyembelih hewan kurban.

Mengutip isi fatwa tersebut, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan, pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan perlu saling menjaga jarak dan meminimalisasi terjadinya kerumunan.

“Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah,” katanya, dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia, mui.or.id

.

Asrorun Niam Sholeh menambahkan, fatwa ini menganjurkan agar penyembelihan kurban dapat dilaksanakan bekerja sama dengan rumah potong hewan. Ketentuan tentang ini sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal.

“Apabila ketentuan seperti itu tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Berdasarkan fatwa itu pula, Asrorun Niam Sholeh melanjutkan, pelaksanaan penyembelihan herwan kurban bisa memaksimalkan keluasan waktu selama empat hari, yakni sejak Hari Raya Idul Adha hingga 13 Dzulhijjah. Pendistribusian daging kurban juga harus dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Pemerintah memfasilitasi pelaksanaan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah kurban agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan terhindar dari potensi penularan Covid-19,” pungkasnya.

author
Journalist & Content Writer