Editor Metro TV Yodi Prabowo Sempat Periksa HIV Sebelum Meninggal

JAKARTA, 123berita.com – Misteri kasus kematian Yodi Prabowo perlahan mulai terungkap. Editor Metro TV itu diduga kuat meninggal dunia akibat bunuh diri. Penyidik kepolisian juga menyebut sebelum meninggal Yodi Prabowo sempat memeriksakan diri untuk HIV ke rumah sakit.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, mengutarakan fakta itu didapat saat petugas memeriksa aliran keuangan milik Yodi.

“Tentang analisis transaksi keuangan, dengan gunakan debit melakukan pembayaran ke rumah sakit. Pertanyaannya untuk apa uang itu? Dilakukan pemeriksaan laboratorium dan juga konsultasi ke dokter,” ungkapnya di Mako Polda Metro Jaya, Sabtu (25/07/2020), dikutip dari Antara News.

“Dokter apa? Adalah dokter ahli penyakit kelamin dan kulit, pengecekan, pasti ada keluhan, kemudian dia lakukan konsultasi ke dokter. Setelah itu disarankan untuk lakukan pengecekan, atas kehendaknya sendiri positif atau tidaknya HIV,” tambah dia.

Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebut tak ada transaksi mencurigakan saat petugas menelusuri aliran keuangan Yodi Prabowo, selain transaksi keuangan untuk pembayaran rumah sakit.

“Transaksi keuangan tidak ada yang menonjol, hanya yang bersangkutan berobat ke rumah sakit,” ucapnya.

Seperti diberitakan banyak media, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (10/07/2020) setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (07/07/2020).

Pihak kepolisian menduga kuat editor Metro TV itu meniggal dunia akibat bunuh diri dengan cara menusukkan senjata tajam pada tubuhnya. Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti pisau. Pada saat itu, menurut keterangan saksi, kondisi korban dalam keadaan tertelungkup dan di bawahnya ada pisau.

Pisau yang menjadi barang bukti itu kemudian dilakukan pemeriksaan guna pengecekan DNA dan sidik jari. Hasilnya menunjukkan sidik jari dan DNA tersebut adalah milik korban.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan Yodi Prabowo diketahui positif mengonsumsi narkoba jenis amfetamin yang kerap ditemui di pil ekstasi. Fakta itu didapat saat polisi melakukan autopsi terhadap jasad Yodi.

“Hasil screening narkoba, di dalam urine (Yodi) kami temukan amfetamin positif,” kata Dokter Spesialis Forensik Instalasi Dokfor Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Kramat Jati Jakarta Timur, Arif Wahyono di Polda Metro Jaya.

author
Journalist & Content Writer