Begini Aturan Persalinan di Masa Pandemi Covid-19

Tidak ada komentar 35 views

123berita.com – Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, kegiatan pencapaian target penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir harus tetap dilaksanakan. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan aturan penanganan persalinan di rumah sakit guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 kepada ibu bersalin.

Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir, mengatakan aturan itu telah tercantum dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/III/2878/2020 tentang Kesiapsiagaan Rumah Sakit Rujukan dalam Penanganan Rujukan Maternal dan Neonatal Dengan Covid-19.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Terus Meningkat di Banyak Negara, Ini yang Dilakukan RI

“Persalinan ibu dengan kasus suspek atau probable

dilakukan di RS Rujukan Covid-19. Mengingat banyaknya kasus Covid-19, baik kasus konfirmasi, suspek, maupun probable, perlu diterapkan protokol kesehatan bagi ibu hamil yang juga mempunyai risiko untuk menderita penyakit Covid-19″ tambahnya di Gedung Kemenkes, Jakarta, Senin (20/07/2020), dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kemenkes.go.id.

Setiap ibu hamil yang akan melakukan persalinan diimbau untuk melakukan skrining Covid-19 tujuh hari sebelum taksir persalinan. Sementara rumah sakit, di masa pandemi ini rumah sakit rujukan Covid-19 agar melaksanakan pelayanan maternal dan neonatal dengan memerhatikan kewaspadaan isolasi bagi seluruh pasien.

Baca Juga:  Sejarah Penggunaan Masker di Dunia, Abad ke-17 Berbentuk Paruh Burung

Tiga hal pokok perlu diperhatikan pihak rumah sakit, yakni pertama, mengurangi transmisi udara dapat menggunakan delivery chamber untuk pelayanan persalinan pervaginam. Kedua, melakukan tindakan di ruang operasi dengan tekanan negatif bila ada atau melakukan modifikasi aliran udara. Ketiga, memiliki ketersediaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar bagi tenaga kesehatan pemberi pelayanan maternal dan neonatal.

Baca Juga:  Konsorsium Riset: Belum Ada Obat Spesifik untuk Covid-19

Surat Edaran itu telah disebarkan kepada kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota di Indonesia, para direktur rumah sakit rujukan Covid-19, para direktur rumah sakit vertikal, direktur rumah sakit rujukan nasional, provinsi, dan regional.

author
Journalist & Content Writer