Astaga! Warga Nekat Cegat Ambulans, Ambil Paksa Jenazah Covid-19 yang akan Dimakamkan

AMBON, 123berita.com – Aksi pengambilan jenazah pasien Covid-19 kembali terulang. Kali ini terjadi di Kota Ambon di mana sebuah mobil ambulans yang mengangkut jenazah Covid-19 dicegat ratusan warga.

Aksi pengadangan terjadi di kawasan Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (26/06/2020) sore. Warga secara beramai-ramai menghentikan iring-iringan mobil ambulans yang dikawal mobil polisi.

Melansir Kompas.com, warga bersikeras untuk mengambil jenazah pasien Covid-19 dengan alasan pasien itu bukan meninggal akibat terpapar virus corona, namun karena sakit.

Tak bisa berbuat banyak, para tenaga medis pun hanya bisa menyaksikan warga mengambil paksa jenazah dari dalam mobil ambulans. Jenazah lantas dibawa ke rumah duka di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, aksi pengambilan paksa jenazah Covid-19 menyita perhatian banyak orang. Warga tampak berkerumun di sisi kiri dan kanan jalan tanpa mempedulikan protokol kesehatan, meski sudah dilarang polisi.

Pasien Covid-19 yang akan dimakamkan itu merupakan warga Maluku Tengah yang dirujuk ke RSUD Ambon setelah terkonfirmasi positif corona.

Terkait insiden itu, Sekda Maluku yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang sangat menyayangkan aksi tersebut.

“Ini sangat disayangkan ya,” kata Kasrul, kepada Kompas.com di kawasan tersebut, Jumat sore.

Kasrul menuturkan, jenazah yang hendak dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19 itu merupakan pasien terkonfirmasi positif corona dengan penomoran 557. Pasien itu meninggal dunia di RSUD dr Haulussy Ambon sekira pukul 08.00 WIT.

Kasrul menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan mereka pun setuju korban dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Keluarga inti itu sudah setuju mereka mau pengamanan dengan cepat dan mereka mau di tempat yang mereka tunjuk, di Warasia katanya tentu dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Di lain pihak, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang kepada wartawan mengaku insiden itu terjadi diduga karena warga salah paham.

“Kami masih tunggu dari rumah sakit untuk memproses ulang, tadi saya lihat mungkin ada salah paham ya dengan masyarakat,” ucapnya.

Sementara saat disinggung apakah ada pihak yang sengaja memprovokasi keluarga korban, Kombes Pol Leo menuturkan sementara masih diselidiki.

“Itu nanti kami lihat perkembangannya, tapi sementara kami atur satu per satu dulu. Kami harapkan ini bisa secepatnya diproses, yang penting jenazahnya diproses dan dikebumikan dulu,” pungkasnya.

author
Journalist & Content Writer