7 Warga Alami Gejala Corona, 90 KK di Solo Diisolasi

SOLO, 123berita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengisolasi dua RW di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan. Langkah itu merupakan buntut dari adanya pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) yang diduga menulari tujuh orang lainnya.

Bukan hanya keluarga, diduga ada warga lain melakukan kontak dengan pasien positif corona saat salat tarawih berjemaah. Setelah sejumlah orang menjalani tes cepat, ada tujuh orang reaktif dan mengalami gejala Covid-19 sehingga ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan isolasi wilayah dilakukan mulai 16 Mei 2020. Sejumlah petugas dari unsur TNI dan Polri serta masyarakat akan berjaga di pintu masuk.

“Mulai hari ini isolasi wilayah tersebut kami lakukan sampai 14 hari. Warga luar nggak boleh masuk. Warga di dalam karantina nggak boleh keluar,” kata Rudy, Sabtu (16/05/2020), dikutip dari Detik News.

Menurutnya, pemkot telah berkomunikasi dengan 90 KK terdampak. Keputusannya, Pemkot akan menyediakan logistik untuk kebutuhan pangan warga.

“Komunikasi sudah, nggak ada yang menolak. Makanya bisa dimulai hari ini. Logistik disediakan pemkot,” ujar Rudy.

Sementara mengenai kondisi tujuh orang PDP masih dirawat di RSUD Bung Karno. Pihaknya masih menunggu hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) mereka.

“Kami masih menunggu hasilnya. Nanti pasti kami umumkan,” tukas Wali Kota Solo.

Sebelumnya, dikabarkan seorang warga Joyotakan, berinisial S dinyatakan positif Covid-19. Hasil tracing, satu keluarga dan ada orang lain berkontak erat dengan S reaktif dalam tes cepat.

“Ada tujuh orang reaktif. Empat laki-laki usia 33, 2, 17, dan 58 tahun. Kemudian tiga perempuan usia 37, 55, dan 31 tahun,” ungkap Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani di Balai Kota, Rabu (13/05/2020).

author
Journalist & Content Writer