7 Kiat Dokter Reisa Bebas Covid-19 di Angkutan Umum

Tidak ada komentar 18 views

JAKARTA, 123berita.com – Masyarakat yang telah kembali bekerja di kantor perlu mengutamakan aman COVID-19, khususnya mereka yang menggunakan moda transportasi umum. Penularan virus SARS-CoV-2 masih berlangsung hingga kini. Gugus Tugas Nasional pun meminta setiap individu mengutamakan protokol kesehatan guna mengurangi risiko terpapar COVID-19.

Pencegahan diri dan perlindungan terhadap sesama dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr Reisa Broto Asmoro membagikan tujuh langkah protokol kesehatan bagi calon penumpang kendaraan umum. Ia mengatakan, pertama, memastikan diri dalam kondisi sehat.

“Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek atau nyeri tenggorokan, atau bahkan sesak napas, tetaplah di rumah,” ujarnya saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Rabu (01/07/2020), dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id

.

Kedua, calon penumpang disarankan menggunakan kendaraan umum berpenumpang terbatas apabila benar-benar memerlukan transportasi umum. Ketiga, calon penumpang wajib menggunakan masker saat melakukan perjalanan dan selama berada di moda transportasi.

“Keempat, menjaga kebersihan tangan dengan sering cuci tangan atau minimal menggunakan hand sanitizer,” lanjutnya.

Pada langkah kelima, calon penumpang menghindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut, terutama kalau tangan kotor.

“Keenam, tetap perhatikan jaga jarak aman minimal satu meter dengan orang lain,” tambah dr Reisa.

Selanjutnya, ia mengatakan, “Jika kondisi kendaraan umum padat, penerapan jaga jarak sulit diterapkan, penggunaan pelindung wajah atau face shield bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan.”

Langkah-langkah itu sangat beralasan. Berdasarkan survei sosial demografi dampak COVID-19, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, sebanyak 82,5 persen responden memilih opsi selain transportasi umum. Sementara, sisanya masih aktif menggunakan transportasi umum.

“Namun, baru sebanyak 38,11 persen yang telah menjaga jarak atau social distancing setidaknya satu meter dari orang lain. Bahkan, sebagian masih mengaku tidak melakukan jaga jarak fisik. Nah, inilah yang harus kita semua perbaiki,” tegas Reisa.

Berada di ruang publik, seperti saat menggunakan angkutan umum, individu sebisa mungkin melakukan upaya pencegahan dan perlindungan diri. Perlindungan kesehatan individu juga merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk para pengguna moda transportasi darat, laut, maupun udara.

Pada masa adaptasi kebiasaan baru sekarang ini, setiap individu diharapkan untuk memastikan keamanan dalam bertransportasi.

“Patuhi protokol kesehatan dan pastikan kita aman dari COVID-19. Disiplin adalah kunci dari berhasilnya adaptasi ini dan keberhasilan adaptasi kebiasaan baru menentukan berhasilnya kita tetap produktif dan aman COVID-19,” tutup Reisa.

author
Journalist & Content Writer