4 Amalan Utama 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Raih Malam Lailatul Qadar

123berita.com – Sosok baginda Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling giat dalam meraih ridha Allah SWT dengan bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu-waktu penuh keutamaan dengan meningkatkan kualitas ketaatan, beribadah, bertaqarrub, beriktikaf, dan mengajak anggota keluarga untuk beribadah. Kesungguhan Rasulullah beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadan melebihi kesungguhan beribadah di waktu selainnya. 

Kalimat “bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir” menunjukkan anjuran untuk tidak kendor dalam beribadah di akhir Ramadan sebagaimana fakta di masyarakat. Hadis ini menunjukkan keistiqamahan beliau dalam giat beribadah sepanjang Ramadan.

Semua hari di Bulan Ramadan sangat istimewa dan semua muslim disarankan untuk melakukan ibadah dengan baik. Namun, sepuluh hari terakhir Ramadan sangat istimewa. Ada banyak keutamaan di sepertiga bulan terakhir itu hingga Rasulullah pun mengencangkan ibadahnya. 

Setidaknya, kesungguhan beliau ini disebabkan beberapa faktor. Pertama, sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah. Setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya. 

Kedua, sepuluh malam terakhir adalah malam-malam paling dicintai Rasulullah SAW.  Ketiga, kerinduan akan keindahan lailatul qadar atau malam kemuliaan yang keutamaan beribadahnya melebihi beribadah sepanjang seribu bulan. Keempat, beliau memberikan contoh kepada umatnya agar tidak terlena dalam kesibukan mempersiapkan kebutuhan hari raya sehingga melupakan keutamaan beribadah di sepuluh hari terakhir. 

Baca Juga:  Sejarah Puasa Asyura 10 Muharram yang Jatuh Sabtu 29 Agustus 2020

Kalimat “melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut” sebagai anjuran dan keteladanan Rasulullah SAW dalam memotivasi umatnya untuk menambah giat beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan mencontohkan beberapa amalan utama berikut ini, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id

1. Memperpanjang Shalat Malam 

Pada 10 malam terakhir, Rasulullah SAW tidak tidur, lambung beliau dan para sahabat amat jauh dari tempat tidur. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut untuk beribadah, salat, zikir, dan lain-lain hingga waktu fajar. Kebiasaan beribadah di sepuluh malam terakhir ditularkan kepada seluruh anggota keluarga beliau untuk sama-sama menikmati kesyahduan beribadah sepanjang malam. Sebagaimana penuturan Aisyah RA, 

“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim) 

2. Memperbanyak Sedekah 

Meningkatkan sedekah menjadi salah satu amalan utama di sepuluh hari terakhir sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan Ramadan, serta sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah individu lainnya. Karena tidaklah sempurna keimanan dan kualitas ibadah seseorang, kecuali jika adanya keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Sebagaimana firman Allah SWT, 

Baca Juga:  Bantuan Pesantren Masa Covid-19 Segera Cair, Ini Syaratnya

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16). 

Bersedekah di sepuluh hari terakhir tidak hanya diterjemahkan dengan sedekah wajib berupa zakat fitrah dan zakal mal, tetapi juga dianjurkan memperbanyak sedekah sunah dalam rangka berbagi kebahagiaan dan memberikan bekal makanan di Hari Raya Idul Fitri bagi dhuafa. Bersedekah dapat berbentuk harta, pangan, pakaian, paket sedekah untuk yatim dan dhuafa, dan lain sebagainya. 

3. Iktikaf 

Iktikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia. Iktikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas, yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir, berdoa, membaca Alquran, salat sunah, bersalawat, bertobat, beristigfar, dan lainnya. Iktikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadan. (HR. Muttafaq ‘alaih) 

Di masa pandemi Covid19 ini, kemungkinan sebagian umat Islam tidak dapat beriktikaf di masjid, akan tetapi seluruh aktivitas iktikaf dapat dilakukan di rumah. Jika ingin tetap melakukan iktikaf secara individu di masjid, hendaklah dilakukan dengan memenui protokol kesehatan, seperti berbadan sehat, membawa sajadah sendiri, memakai masker, berwudu kembali di masjid, dan tidak bersalaman. 

Baca Juga:  Sejarah Puasa Asyura 10 Muharram yang Jatuh Sabtu 29 Agustus 2020

4. Tilawah Alquran 

Meningkatkan membaca Alquran menjadi salah satu ibadah utama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Tidak sedikit umat Islam larut dalam tilawah Alquran sepanjang malam, baik di masjid maupun di rumah. Tilawah Alquran adalah ibadah ringan dan memiliki keutamaan besar. Tradisi mengejar khataman Alquran di akhir Ramadan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pribadi muslim, khususnya mereka yang setiap hari bergulat dengan aktivitas pekerjaan, sehingga khataman Alquran sebanya satu kali menjadi target realistis.

Apa pun bentuk motivasinya, tilawah Alquran harus lebih digiatkan di sepuluh hari terakhir Ramadan.  Itulah beberapa amalan penting di sepuluh hari terakhir Bulan Ramadan. Marilah kita manfaatkan karena detik-detik sepuluh malam terakhir amatlah mahal, janganlah dimurahkan dengan kelalaian. Mari kita giatkan beribadah, baik di masjid maupun di rumah, dan sisipkanlah doa dalam munajatmu untuk Bangsa Indonesia agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Aamiin 

author
Journalist & Content Writer